Jumat, 26 Juli 2019

Menepi

Image by silviarita from Pixabay 

Ketika tidak bisa perpikir atau bahkan mengambil keputusan. Menepilah. Menepi dari hiruk pikuk pikiranu sendiri. Menepilah dari apa pun yang membuatmu merasa di jalan yang bercabang.

Kemudian menepi, ada perasaan sementara yang seketika susut. Bahkan musnah. Entah sementara atau seterusnya, yang kutahu itu hanya seperti batang korek api yang menyala. Seakan selamanya, tapi habis begitu saja.

Mungkin demikian, semakin dewasa, perasaan tidak lagi terlampau rumit. Pergulatan yang muncul tidak lagi tentang harubiru atauoub euforia mengenai sesuatu, sesuatunya serba sederhana. Ukurannya menjadi lebih jelas.

Mereka bilang soal rasa tidak bisa dilogika. Entah kenapa bagiku berbeda, meski bukan tentang hitungan matematis atau untuk rugi namun keduanya berkesinambungan. Pijakannya adalah tentang apa yang sedang kita perjuangkan.

Ada yag mengambil keputusan dengan semena-mena seakan hidup adalah selamanya. Ada yang menangis tanpap jeda seakan hidup tak adil seterusnya. Ada yang tak tahu mengapa ia hidup bahkan tak punya gagasan apakah ia pantas mati.

Selamat menyesal, untuk masa lalu yang pernah kamu sia-siakan. Selamat bertumbuh dengan peluh sakit dan pengalaman hidup. Selamat bangkit karena kamu tahu apa yang sedang diperjuangkan.

KA Tawang Jaya, Ps. Senen - Prujakan
24 Juni 2019, 21: 49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERI KOMENTAR