Rabu, 12 Juni 2019

Clifford Geertz, Banda Neira, dan Ingatan Yang Terbuang

Image by Martyn Cook from Pixabay
Sesekali musik punya daya magis yang menyeret ingatan pada peristiwa lalu. Situasi yang paling buruk atau paling baik. Prof. Taufik Abdullah dalam kata pengantarnya untuk buku Clifford Geertz bilang, “yang tampak atau terasakan itu hanyalah bayangan dari masa lalu yang diabadikan”. Sesungguhnya itu perkataan yang bagi seorang profesor mungkin hanya sekelumit pengantar untuk buku Agama Jawa. Tapi bagik terbayang betapa buku itu juga memiliki sebuah prediksi besar tentang masa kini. Lalu bagaimana seandainya Geertz berduet dengan Rara Sekar menggantikan Ananda Badudu? Seperti apa kolaborasi itu.

Yang patah tumbuh yang hilang berganti. Satu lagu Banda Neira itu seperti membuat sebagian jantungku ditarik keluar. Antara sebuah hidmat dan rasa marah, antara kontemplasi yang begitu dalam sekaligus emosi yang terlanjur memuncak. Paradoks suasana rasa yang menampik adanya ingatan untuk kembali. Jika Geertz benar, artinya yang saat ini terasakan telah bersilam waktu kuabadikan.

Mari kita ulangi sebelum mata mulai mengantuk. Tuts piano itu terdengar menyebalkan. Mengapa ada lirik lagu secerdas itu dan mengapa dinyanyikan suara sebagus Rara Sekar dan Ananda Badudu?

Yang patah tumbuh yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat nanti
Yang pernah jatuh kan berdiri lagi 
(Lirik lagu Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti-Banda Neira)

Jika yang sia-sia akan jadi makna yang terus berulang suatu saat nanti, bukankah sama dengan yang tampak atau terasakan hanyalah bayangan dari masa lalu yang diabadikan. Menjelma menjadi makna yang terus berulang, seperti rima dari tuts piano, lirik lagu yang terngiang, napas yang sedikit berat menyadari betul: Yang hancur lebur akan terobati. Tidak ada ingatan yang utuh, sebagian terbuang, tetapi kenyataannya masa lalu memang benar-benar mengabadi. Seperti kata susastra, yang abadi adalah kenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERI KOMENTAR