Sabtu, 24 November 2018

Media Sosial, Perkembangan Kreativitas, dan Jejaring Komunikasi Tanpa Batas


Hari ini saya berkesempatan ketemu sama adik-adik kelas angkatan kuliah yang bedanya 10 tahun dari saya. Mereka sedang mengadakan acara malam keakraban untuk angkatan baru, ceritanya alumni diundang untuk sharing. Tujuan saya datang sebenarnya lebih ke arah silaturahmi dengan teman-teman seangkatan sekaligus ketemu angkatan lintas angkatan. Silaturahmi, pertemuan, bagi saya seperti charging energi untuk lebih bersyukur lagi.

Saat sesi sharing, kebetulan angkatan kami, KPM IPB 44 datang paling awal dibanding lainnya. Mengingat ada ibu-ibu bawa anak jadi sesi sharingnya dimajukan. Melihat antusias adik-adik angkatan bertanya tentang dunia kerja pasca kampus, rasanya senang sekali. Pertanyaannya apakah dulu saya seantusias itu? Hehehe

Sharing dunia kerja banyak disampaikan oleh rekan saya, Karina, yang saat ini berkarya di Trans TV, juga Astri yang pernah berkiprah sebagai HRD perusahaan. Saya? Tim hore saja sambil mangku anak. >.<

Dari 105 orang di angkatan saya, bisa ngumpul 5 orang. Dari kiri: Rajib, Karin, Saya, Astri, Gian.

Ada benang merah yang bisa saya tarik ketika sekitat 5 menit saya pegang microphone. Menjadi mahasiswa era kekinian banyak diuntungkan dengan kehadiran teknologi, termasuk diantaranya menjamurnya media sosial. Arus informasi di media sosial apabila dimanfaatkan secara optimal oleh siapa pun, termasuk mahasiswa, sebenarnya bisa menjadi satu alat bantu yang kuat untuk mengembangkan jejaring.

Media Sosial dan Perkembangan Kreativitas


Era digital adalah era kreatif. Siapa yang bisa menjadi kreatif dia akan berada selangkah di depan. Yang nggak bisa kreatif? Pilihannya adalah menjiplak dan ketinggalan. Kreatif dalam hal ini tidak harus berarti jadi selebritis internet, tetapi lebih kepada memaksimalkan potensi manfaat informasi agar bermanfaat bagi setiap aspek dalam kehidupan kita. Bagaimana mengembangkan kreativitas? Di era digital seperti ini, kreatifitas terbuka apabila kita juga terbuka terhadap informasi. Kreativitas juga bisa dikembangkan dengan keberanian kita untuk melakukan kebiasaan dengan cara yang berbeda. Contohnya, biasa bangun siang cobalah untuk bangun lebih pagi, biasa go with the flow cobalah terencana, cobalah hal-hal baru sampai pada akhirnya kita akan menemukan apa sebenarnya yang menjadi kecintaan kita.

Media Sosial dan Jejaring Komunikasi Tanpa Batas


Bayangkan kita hidup 20 tahun yang lalu ketika telepon umum koin masih mewah, ketika nomor seluler lebih mahal dibanding handphone-nya, tidak ada facebook, tidak ada whatsapp. Komunikasi masih terbatas jarak, ruang, waktu, dan biaya. Sekarang dengan adanya media sosial, dunia seakan menjadi sedemikian kecil. Mudah sekali orang dari Indonesia berkomunikasi dengan orang di Mexico dan itu berlaku hampir di seluruh dunia. Artinya, dunia sudah berubah drastis, kita juga perlu menyeimbangkan diri dengan kondisi tersebut. Media sosial menjadi salah satu sarananya, gunakan dengan bijak agar kita tidak terjebak.

Menjadi apapun kita yang terpenting adalah tentang hal-hal baik dan bermanfaat yang kita lakukan. Dunia berputar, perubahan melaju, nilai-nilai hidup berkembang, masih mau terjebak dengan sikap yang merasa paling benar? Tentu saja tidak, yuk berubah, lebih baik, dengan memanfaatkan perkembangan era informasi.