Minggu, 25 November 2018

5 Facts About Me

Temanya privat sekali ya writing challenge dari Blogger Perempuan Network hari ini, hehehe. Sekali-kali narsis ngomongin diri sendiri karena temanya 5 fakta tentang diri sendiri. Baiklah saya mau share 5 fakta tentang diri saya, mulai dari mana ya?


Namanya Turasih, artinya apa?

Mba, nama panjangnya siapa? Sering banget dapat pertanyaan itu. Nama panjang saya Turasih, pendeknya juga Turasih. Wes itu saja. Nama itu diberikan sama almarhumah kakek saya karena saat saya lahir tahun 1990, Bapak saya merantau di Jakarta. Nggak ada alat komunikasi, nggak tau anaknya sudah lahir. Jadi kata ibu, kakek yang ngasih nama. Turasih artinya welas asih, almarhum kakek berdoa supaya saya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi saya juga saya bisa memberikan kasih sayang untuk sekitar saya. Semoga Allah ijabah doa kakek dan jadi amal jariyah untuk beliau.

Panjat gerbang sekolah buat ngambil karet yang ketinggalan di meja kelas


Gambar dari www.womantalk.com

Waktu SD, dulu di SD 1 Pagentan, mainan hits ada 3: main karet, main batu (gambul/milmilan), sundahmanda. Saya nggak paham persis bahasa nasionalnya apa, hehe. Main batu itu mainan yang kita ambil batu-batu kecil sambil dilempar-lemparin ke atas terus ditangkap lagi. Sundahmada itu yang kita bikin garis-garisnya di tanah terus kita loncat-loncat. Kalau main karet, ya loncat-loncat, jingkrak-jingkrak pake karet. Jangan salah, dulu selalu ada masternya mainan kayak gini. Saya mah rata-rata saja, cuma memang bisa salto dikit kalo sudah “semerdeka” level main karetnya. Pernah suatu kali saya nekat naik pagar gerbang sekolah untuk ambil jalinan karet gelang di laci meja. Sekolah jaman dulu yang dikunci cuma gerbangnya aja. >.<


Suka banget nonton Wiro Sableng

Gambar dari www.memecomic.id

Waktu kecil, sekitar kelas 1/kelas 2 SD, di tana kelahiran saya, Desa Pagentan, belum semua rumah bisa memiliki jaringan listrik sendiri. Termasuk keluarga saya. Solusinya adalah kita nyambung aliran listrik dari tetangga dan bayar tiap bulan. Waktu itu sama patron listriknya suka dimatiin kalau siang (biar hemat) trus sore baru dinyalain lagi. Karena saya suka banget Wiro Sableng hari minggu jam 11 siang di RCTI, sebelum jam 11 pasti saya sudah datang ke rumah si tetangga minta tolong supaya listriknya dinyalain. Nggak apa-apa sedikit diomeli yang penting nonton.

Nggak Suka Baca Komik

Gambar dari otakuindo.net

Saya suka banget buku, tapi paling gagal kalau baca komik. Kalau orang ada yang bisa banget menghayati komik, saya nggak. Entah kenapa sampai sekarang pun setiap ada komik saya cuma baca tulisannya dan nggak ngamatin gambarnya. Padahal komik kan cerita bergambar. Tapi pernah saya rela-relain baca gara-gara saya suka sama orang yang suka baca komik juga, hasilnya? Tetep aja ngga bisa hahaha. Padahal udah dikasih komik satu kantong kresek, yang ‘dibaca’ 2 doang.

My Kids My Everything

Anugrah & Aditya

Saya percaya bahwa Allah menitipkan anak untuk sebuah tujuan besar dalam hidup kita. Saya belum bisa menjadi ibu yang sempurna, tetapi saya berusaha untuk lebih baik setiap waktunya. Dikaruniai Anugrah dan Aditya adalah hal luar biasa dalam hidup saya. Saya jadi paham tujuan hidup dan makna mendewasakan diri. Anak-anak saya adalah sumber semangat, alasan saya mau mengorbankan apa pun untuk mereka. Semoga Allah karuniakan kasih yang terus berlimpah untuk kami.


Wuhuuu lumayan juga ya ngomongin diri sendiri. Terima kasih yang sudah mau baca :) kalau facts about teman-teman apa? Yuk sharing!