Selasa, 03 April 2018

Saat Anak Belajar Minta Maaf

www.pixabay.com

Sebelumnya saya pengen ngucapin terima kasih dan salut buat Mas Anugrah, makasih ya Mas... sudah sangat baik, sangat sayang sama Ibu dan adek di perut. Kamu juga cepat sekali proses belajarnya. Makasih sudah pinter ibu tinggal-tinggal buat kejar belajar jahit, terima kasih jadi teman bicara ibu yang luar biasa setiap hari. Selalu ada hal baru yang ibu pelajari dari kamu, selalu ada hal-hal luar biasa yang kamu tunjukkan dengan cara-cara sederhana. Ibu sayang sekali sama Mas Anugrah, sama adek juga, insyaAllah kita terus belajar bareng ya sayang, belajar hal-hal baik untuk bekal hidup kita dunia akhirat. Dengan hadirnya kamu dalam hidup ibu, ibu punya banyak sekali rahmat yang nggak bisa ibu hitung. Keceriaan kamu, ketulusan kamu, segala hal suci dari seorang anak yang bisa ibu dapatkan dari Allah. Sehat terus ya sayang, tumbuh kembang sempurna, soleh, nikmati dunia masa kecilmu.

****

Saya belajar hal baru lagi sore itu dari anak pertama saya yang berusia dua tahun, tentang keberanian untuk minta maaf. Tipe anak Mas Anugrah ini adalah tipe aktif dan sangat lancar verbalnya, semua hal selalu ditanyakan. Saat ini dia mudah sekali merasa gemas dan kadang tiba-tiba melempar mainan yang dipegangnya. Sore itu dia melempar mainan dan terkena nenek serta tantenya. Lalu dia lari ke saya yang ada di kamar, dia panggil saya sambil nangis. Saya tahu tangisnya adalah karena rasa bersalah dan kaget "kok mainannya kena nenek sama tante" (mungkin gitu kali ya mikirnya).

Di kamar saya rangkul dia sambil saya usap-usap punggungnya sampai tenang.
Setelah tenang, saya ajak Anugrah ngobrol.

"Anugrah kenapa?"
"Epal-epal mainan (lempar-lempar mainan)"
"Kok dilempar mainannya?"
Dia kelihatan mikir tuh mau jawab, lalu bilang "nyak oweh epal" (nggak boleh lempar), "nyanti ena nenek ama tate" (nanti kena nenek sama tante)".
"Lho mainannya kena nenek sama tante?"
"Iyyaa" jawabnya tegas.
"Mainannya jangan dilempar ya nanti rusak, kalau kena nenek sama tante juga kan sakit, Anugrah nggak suka sakit kan?"
"Nyak, Udah nyak" (nggak, Anugrah nggak-maksudnya dia nggak suka kalau dia sakit).
"Kalau gitu sekarang Anugrah minta maaf sama nenek sama tante ya" kata saya, setelah memastikan dia sudah benar-benar tenang.

Lalu dia keluar dan pertama menemui tantenya yang duduk di depan kamar.


"Udah ita amaf (Anugrah minta maaf)" katanya. How blessed i am to hear that. Thank You Allah for the kid.
"Iya, sama-sama ya, tante maafin Anugrah" jawab tantenya.
Setelah itu Anugrah masuk lagi ke kamar menemui saya. Saya bilang, "sekarang minta maaf ke nenek ya, nenek ada di dapur."
Anugrah langsung jalan ke dapur dan seketika bilang ke neneknya "Nenek, Udah ita amaf (Nenek, Anugrah minta maaf).
"Iya, sama-sama ya, Nenek juga minta maaf" kata neneknya.
Setelah itu layaknya anak-anak dia tertawa lagi, ngulek-ngulek saya, meluk dan guling-guling di kasur.

Hal yang saya sadari sebagai seorang Ibu adalah saya harus punya stok cara sekaligus energi untuk terus mengajari anak saya hal-hal baik yang akan berguna bagi kehidupannya kelak. Ada banyak persoalan yang kelak harus dihadapi bukan hanya dengan ukuran realitas yang bisa dihitung untung rugi, tetapi dengan manner yang betul.

Salah satu pertanyaan dalam dunia parenting "Apakah kita sudah mengajari anak kita cara meminta maaf? Sebab hal itu lebih utama daripada mengajarinya calistung". Saya sepakat, calistung ada dalam kurikulum pendidikan di Indonesia yang sangat mutakhir. Kurikulum yang senantiasa diperbaiki saat pergantian kabinet dan menteri. Tapi pelajaran nyata tentang minta maaf seringkali hanya menjadi judul pada sub bab pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, tanpa bisa dicek aplikasinya sehari-hari. Untuk menutupi kekosongan kurikulum mutakhir itu adalah pendidikan yang dimulai dari rumah, dimulaui dari kecil.

Saya bahagia, anak saya belajar minta maaf dan berani minta maaf.

Anugrah sayang, Ibu bukan ibu yang sempurna, tetapi ibu akan selalu berusaha jadi orang tua terbaik buat kamu dan adik, InsyaAllah... Kita belajar dan tumbuh bersama ya sayang....