Selasa, 06 Februari 2018

Dear Anugrah Setyo Kuncoro

Anugrah sayang dan kasihnya Ibu,

Dua tahun lalu saat kamu lahir, kamu memilih jalanmu sendiri. Kamu mengajarkan pada ibu bahwa kamu adalah anak yang tidak pantang menyerah, 4 hari sebelum kamu lahir kamu memberi tahu ibu bahwa rasa sakit adalah salah satu sumber kebahagiaan jika diikhlaskan. Kamu seakan bilang, "ayo bu, tetap bergerak, aku lagi coba cari jalan keluar." Ibu, sangat bersyukur dititipi sama Allah anak seperti kamu. Cara kamu lahir memang tidak mudah, ada proses dan perjuangan yang Ibu dan Ayah usahakan, tapi itu indah, Nak... Sangat indah. Allah menunjukkan kuasaNya melalui hadirnya kamu.

Anugrah yang baik,

Proses membersamai kamu, adalah proses yang bagi ibu sangat menakjubkan. Ibu tidak bisa menjadi seorang yang sempurna buat kamu, tapi ibu selalu berusaha menjadi yang terbaik buat kamu. Ibu tidak bisa memberikan banyak hal, tapi ibu akan terus berusaha untuk membantumu menjadi seseorang yang baik, bertanggung jawab, berani, dan kelak mampu menghadapi duniamu.

Anugrah anakku,

Pada saatnya dunia kamu akan berbeda dengan dunia Ibu dan Ayah. Dunia kamu saat ini adalah dunia yang menyenangkan, kamu nikmati ya Nak, bermainlah sepuasnya, nikmati main air sepuasnya, main pasir sepuasnya, bermain peran sepuasnya, main mobil-mobilan, dan apa pun yang kamu suka. Berlarilah. Tersenyum dan tertawalah. Merajuklah. Mari kita lakukan hal-hal yang menyenangkan, biarkan dunia tau bahwa ada anak hebat yang sedang berpijak di atas kehidupannya. Jadilah bahagia, Nak....

Hingga nanti, mungkin ketika kamu sudah bisa membaca tulisan ibu ini, ceritakan pada ibu bagaimana dunia kamu Nak. Tetaplah menjadi menyenangkan seperti hari ini, tetaplah ceria seperti hari ini. Saat ini kamu sangat suka naik mobil dan jalan-jalan. Jadikan kesukaanmu untuk mengenal dunia lebih luas, untuk mengenal bangsa yang beragam, untuk mengenal karakter orang yang bermacam-macam. Ambillah yang baik dari semua itu, untuk bekalmu, untuk menciptakan dunia bahagiamu.

Anugrah kebanggaan Ibu,

Setiap perjalanan punya masanya, setiap hidup punya kelahirannya, yakinlah pada proses itu, Nak. Supaya kamu menjadi anak yang bijaksana dan kelak kebijaksanaanmu itu yang akan membawa pada nasib baikmu, keberuntunganmu, dan keberhasilanmu. Kelak pada setiap keberhasilan yang kamu dapatkan, kamu akan menuai pujian, jangan silau pada pujian Nak, terimalah dengan rendah hati lalu simpan. Tetaplah tegak dengan prinsip baikmu, tetaplah kuat dengan keyakinanmu.

Anakku,

2 tahun di usiamu, kamu memberikan banyak arti yang tidak bisa ibu jabarkan satu demi satu. Ibu hanya bisa mendoakanmu, doa yang sama sejak kamu masih dalam kandungan Ibu, doa yang ibu ulang-ulang untukmu buah hatiku.

Rabbana hablana min azwaajia wa dzurriyatina qurrota a'yun, wa ja'alna lil muttaqina imama..

Kamu adalah dzurriyati yang qurrota a'yun. Kamu keturunan yang menyejukkan hati. Nak, semoga Allah menjadikanmu anak yang mampu melindungi diri dari segala godaan, soleh, tumbuh sempurna, sehat, cerdas, menyenangkan dan disenangi banyak orang.

Maafkan ibu yang tidak sempurna
Maafkan ibu yang tidak selalu bisa menuruti kemauan kamu
Maafkan ibu yang hanya bisa menangis ketika tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkanmu saat tantrum
Maafkan ibu yang belum bisa mencontohkan segala hal baik untukmu
Maafkan ibu Nak, yang masih belajar mengelola emosi

Suatu hari jika kamu sudah bisa membaca tulisan ini, ketika dunia mu sudah bukan lagi sekotak mainan, yakinlah bahwa sekeras apa pun di luar sana, Ibu dan Ayah adalah rumah untuk tempat kamu kembali.

Terus bahagia sayang, Anugrahku, happy birthday

❤️❤️❤️❤️❤️

With tons of love
Ibu

Jember Klinik, 06 Februari 2018