Kamis, 05 Oktober 2017

Bijak Memilih Makanan Untuk Mendukung Kesehatan dan Kecerdasan Anak


Bagi saya memilih makanan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi dengan hadirnya buah hati yang sedang beranjak menuju dua tahun maka memperhatikan makanannya adalah tanggung jawab besar bagi saya. Makanan dari seorang ibu untuk anaknya nampak sederhana, tersaji di piring begitu saja. Namun di dalamnya terkandung doa dan harapan agar anaknya tumbuh sehat dan cerdas berkat asupan yang baik.

Setelah tumbuh gigi banyak, anak saya mulai senang makan nasi dengan lauk yang bisa dikunyah dan terasa gurih. Dia suka sekali ayam goreng dan telur (bisa rebus atau goreng), syukurlah tidak susah untuk mendapatkan dua macam jenis lauk ini. Disamping mudah diperoleh, ayam dan telur memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama dalam masa pertumbuhan anak.

Yuk kita bahas satu-satu manfaatnya si ayam dan si telur, terutama untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan si kecil. Karena setiap orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya terlebih di masa usia emas (golden age). Sebelum dilanjutkan pembahasannya, saya ucapakan selamat Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day (WED) 2017. For your information, peringatannya adalah tanggal 1 Oktober 2017 bertempat di Lombok dan tanggal 15 Oktober 2017 di Jakarta.

Kandungan Gizi pada Ayam dan Telur

1.  Protein

Kandungan protein pada satu potong paha ayam adalah sekitar 21 gram, sedangkan pada bagian dada memiliki kandungan protein yang lebih tinggi yaitu sekitar 25 gram. Kandungan protein pada telur ayam adalah sekitar 12,9 gram untuk satu telur utuh.

Satu telur utuh mengandung 12,9 % protein (sumber: Clara Tri Meiyana, www.slideshare.net)

Pada anak-anak protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, serta untuk membuat enzim pencernaan dan zat imun untuk melindungi tubuh si kecil. Kebutuhan protein secara proporsional lebih tinggi pada anak dibanding orang dewasa. Kebutuhan protein pada anak dapat dipenuhi dari ayam dan telur sebagai makanan sumber protein. Protein ini bermanfaat juga sebagai prekursor dan neurotransmiter yang berfungsi bagi perkembangan kecerdasan otak anak. Boleh dikatakan bahwa ayam dan telur adalah cara termudah, termurah, dan paling serbaguna untuk mendapatkan asupan protein. Protein ini sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh, membangun masa otot, dan pertumbuhan sel.

2. Lemak

Kandungan lemak pada satu porsi dada ayam sekitar 7 gr lemak total dan 2 gr lemak jenuh. Bagian paha memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi yaitu 13 gr lemak total dan 3,5 gr lemak jenuh. Untuk dikonsumsi anak, saya lebih memilih menggunakan dada ayam dan dihilangkan kulitnya terlebih dulu untuk mengurangi kandungan lemaknya. Pada telur, kandungan lemak terbesarnya  ada pada putih telur dengan proporsi 30% pada satu telur. Sedangkan jika kita makan satu telur utuh (bersama kuningnya) terdapat kurang lebih 11,5% proporsi lemak.

Hasil gambar untuk dada ayam
Hilangkan bagian kulit untuk mengurangi kandungan lemak pada ayam (sumber: food.detik.com)

Anak-anak membutuhkan lebih banyak lemak dibanding orang dewasa, karena tubuh mereka menggunakan energi yang lebih banyak selama masa pertumbuhan. Asupan lemak total bagi anak sebaiknya tidak melebihi 35% dari total energi. Untuk konsumsi telur pada anak, saya lebih prefer menggunakan kuning telur sesuai acuan dari World Health Organization (WHO).

3. Zat Besi

Zat besi adalah mineral penting untuk membantu produksi hemoglobin dan mioglobin. Kandungan zat besi pada bagian dada ayam sekitar 4% dan 6% pada paha ayam dari total jumlah nilai harian zat besi yang direkomendasikan. Sedangkan pada telur, dalam 100 gr terkandung sekitar 1,2 mg zat besi.
Hasil gambar untuk paha ayam
Ayam mengandung zat besi untuk mendukung produksi hemoglobin dan mioglobin (sumber: http://dapursogood.id)

Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang sangat menunjang pertumbuhan kecerdasan anak.
Banyak ahli berpendapat jika zat besi merupakan nutrisi yang paling penting untuk kecerdasan otak. Zat besi adalah unsur yang paling penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin (pembentukan selubung saraf) serta mempengaruhi aktifitas saraf. Selain itu, zat besi juga membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Kekurangan zat besi dapat menghambat pembentukan neurotransmiter dan memperlihatkan perilaku hiperaktif pada anak.

4. Kalori

Satu porsi dada ayam ukuran 85 gram mengandung sekitar 170 Kkal, dan pada paha ayam mengandung 210 Kkal. Pada 100 gr telur mengandung 155 Kkal. Anak usia balita membutuhkan kalori yang cukup banyak untuk mendukung aktifitas geraknya. Setiap harinya dibutuhkan aekitar 1500 kalori.

Gambar terkait
Variasikan menu ayam/telur untuk anak (sumber: foodnetwork.com)

Ayam dan telur bisa menjadi salah satu sumber kalori yang baik, tentu saja dengan didukung menu dan pola makan seimbang.

5.Vitamin dan Mineral

Vitamin dalam daging ayam terdiri dari beberapa jenis yaitu vitamin A yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata dan menajamkan pengelihatan. Vitamin B berperan untuk mengatasi dan mencegah katarak, menjaga sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, sistem saraf, serta dapat mengatasi gangguan jantung, diabetes, dan kolesterol tinggi. Vitamin D berperan untuk membantu penyerapan kalsium serta menguatkan dan menyehatkan tulang . Kandungan mineral di dalam daging ayam terdiri dari zat besi dan fosfor yang berfungsi untuk mencegah anemia, menjaga kesehatan otak, tulang dan gigi serta dapat memperlacar sistem metabolisme tubuh. (www.klinikgizi.com)

Hasil gambar untuk kids, chicken and egg
Ayam dan telur mengandung banyak vitamin dan mineral (sumber: pinterest.com)

Telur ayam memiliki berbagai kandungan vitamin A, Vitamin D, Vitamin E, Vitamin B6, Vitamin B12. Mineral yang terkandung dalam telur diantaranya  asam folat, ribovlafin, zat besi, kalium, kalsium, dan fosfor. Konsumsi telur pada anak dapat menjaga dari serangan keshan disease dan kashin-Beck disease, dua kondisi yang dapat mempengaruhi hati, tulang, dan sendi. Vitamin B kompleks pada telur berguna untuk menjaga kesehatan rambut, kulit, mata dan hati, serta membantu kinerja sistem saraf. (www. nationalgeographic.co.id)


Yuk, Konsumsi Ayam Dan Telur!

Hasil gambar untuk chicken and egg
Sehat dan cerdas dengan konsumsi ayam dan telur (sumber: freepik.com)

Setelah tahu kandungan gizinya, bagi saya ayam dan telur adalah pilihan yang baik dari sisi cara memperolehnya maupun cara pengolahannya. Kecuali bagi yang alergi tentu saja saya tidak menyarankan untuk konsumsi ya ☺ Kalau lagi injury time banget biasanya saya buatkan telur ceplok untuk si kecil kesayangan, lahap hap hap. Kalau waktunya lagi longgar, anak bobok ganteng, saya bisa bikin ugkep ayam untuk digoreng sewaktu-waktu, bikin fillet ayam yang kriuk, atau juga nyiapin rebusan telur buat cemal-cemil si kecil pas bangun tidur. Nutrisi adalah salah satu pendukung kehidupan, anak adalah masa depan. Yuk, beri nutrisi terbaik untuk masa depan kita.