Selasa, 31 Oktober 2017

It's Okay, Stay Positive!


Emosi negatif mampu memberikan efek “spiral” dalam kehidupan kita. Jika dibiarkan terus menerus emosi tersebut mempengaruhi seluruh aspek dari aktivitas sehari-hari. Beri contoh sederhana, jika pada pagi hari ketika kita bangun pagi dan pikiran kita sudah mengarahakan untuk melihat bagaimana buruknya hari ini, maka hari buruk benar-benar ada di depan mata. Kemacetan jalanan yang membuat kusut, interaksi dengan kolega yang bikin jengkel, bahkan mudah tersinggung hanya dengan membaca unggahan tertentu di sosial media. All about bad day!

Namun bagaimana pun sebagai manusia yang dikaruniai akal sehat untuk berpikir dan mengambil keputusan, kita bisa mengarahkan diri kita sendiri untuk selalu melihat sisi baik dan berpikir positif dari setiap kejadian. Melihat sisi baik dan berpikir positif di sini bukan berarti menjadi manusia tanpa kritik, tetapi sebuah upaya transformasi diri untuk menjauh dari emosi negatif. Tidak ada manusia waras yang tidak ingin menjadi lebih baik setiap harinya.

1. Selalu berusaha menemukan sisi terang
  • Banyak tersenyum. Ketika tersenyum tanpa kita sadari sebenarnya kita sedang menularkan energi positif kepada orang-orang di sekitar kita. Tidak dalam mood untuk tersenyum? Cobalah, hal itu akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Cobalah sekarang juga 🙂
  • Buat perubahan dalam kata-kata yang kita gunakan. Sikap adalah soal kebiasaan, tentu saja menggunakan kata-kata negatif untuk menggambarkan situasi memang lebih mudah, tapi mulai dari sekarang pilihlah kata-kata positif dan hindari kata-kata negatif. Berikan gambaran pada hal-hal spesifik. Contoh: jangan katakan “saya frustasi” tapi lebih spesifik “pekerjaan ini sulit, tapi saya akan selesaikan.”
  • Lakukan hal-hal baik untuk orang lain. Bisa jadi hal baik untuk orang lain adalah hal kecil dari kita yang memiliki nilai lebih untuk mereka. Misalnya, say hello kepada rekan kerja, ringan kan? Tapi itu bisa jadi hal yang diharapkan oleh orang lain dan itu bisa memberika energi positif untuk diri kita sendiri.
  • Bergaul dengan orang-orang yang kita suka dan mereka yang dapat mendukung semangat positif kita.
  • Temukan kata-kata yang dapat menyemangati diri kita. Kata-kata dari orang tua, pasangan, guru, motivator, idola, siapa pun. Contohnya kata-kata Einstein ini “life is like riding bicycle, too keep the balance we have to keep moving“.
  • Buatlah catatan harian di setiap penghujung hari. Jauhkan pikiran bahwa catatan harian hanya diperuntukkan bagi orang-orang melankolis. Pemikir-pemikir besar, orang-orang sukses, memiliki catatan harian. Dengan membuat catatan harian atau jurnal, kita bisa melakuka evaluasi setiap tindakan kita.

2. Hindari hal-hal yang dapat mengarahkan kita untuk berpikir negatif

  • Kenali apa saja yang bisa menjadi pemicu emosi negatif. Lihat secara spesifik apa yang memicu emosi negatif, kebanyakan orang lebih sering membuat generalisasi dari suatu kejadian yang menuntun pada emosi negatif. Kapan waktu yang membuat kita kecewa hari ini? Kejadian apa? Dimana? Siapa orang yang membuat kita marah atau kecewa? Kalau sudah tahu cari solusi dan jangan dibiarkan. Jika kita tidak bisa menemukan solusi, berkonsultasilah kepada ahlinya, jika perlu pergi ke dokter atau psikolog.
  • Jaga hubungan dengan orang-orang yang suportif. Menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang mendukung kita adalah hal penting. Seringkali kita sudah berusaha untuk memperbaiki diri, tapi support system di sekitar kita tidak bekerja dengan baik.
  • Jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain.
  • Berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Setiap pribadi itu unik, jangan gunakan indikator orang lain untuk diri kita.
  • Sibukkan diri sendiri supaya kita tidak sibuk dengan urusan orang lain.
  • Nikmati hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup kita.

3. Perbaiki cara hidup

  • Selalu aktif karena malas adalah salah satu sumber pikiran negatif
  • Rancang dan penuhi tujuan. Jangan hanya berkhayal, rancang tujuan dan buatlah langkah-langkah untuk mencapainya.
  • Rayakan setiap pencapaian, hargai diri sendiri dengan memberikan reward pada setiap keberhasilan baik kecil maupun besar. Contoh: “oke aku akan makan eskrim jika pekerjaan ini selesai.”
  • Makan yang baik, sistem metabolisme tubuh yang baik mampu dicapai salag satunya dengan makan makanan bergizi. Pada tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
  • Relaksasi kapan pun diri kita membutuhkannya. Ingat ya, relaksasi tidak harus pergi liburan ke Maldives atau makan di restoran mewah, cukup melakukan gerakan ringan selama beberapa menit ketika sudah mulai terasa penat juga bagian dari relaksasi. Jangan memberikan label relaksasi pada hal-hal yang justru membuat pikiran kita tidak relaks. Tubuh kita punya hak untuk sehat, relaksasi juga bisa dengan olahraga atau tidur.
Tidak mudah untuk menjadikan diri selalu positif, tetapi jika kita ingin bertahan dan menuju kesuksesan yang kita idamkan, cara terbaik adalah dengan berpikir positif, melakukan hal baik, dan menjauhkan diri hal negatif yang merusak.

Catatan: tulisan ini direnungkan dari berbagai sumber dan pengalaman sekaligus menjadi catatan pengingat untuk diri saya sendiri.