Minggu, 23 Juli 2017

Be A Proud House Wife


My son is growing too fast :( #anugrahsetyokuncoro sudah paham sekali bagaimana orang-orang di sekitarnya berinteraksi, sudah punya keinginannya sendiri, will yang kuat, juga perkembangan verbalnya yang makin pesat meskipun belum jelas sekali.

Sebagai ingatan ibunya yang mungkin suatu saat bisa jadi kenangan berharga, ini beberapa kosakata Anugrah sekarang:

Makan: maem
Tidur: bubu
Ibu: ibbuu
Ayah: yayah
Tante:ate
Mbah:bapa
Pesawat:wawa
Kereta:teta
Mobil:pabil
Pak polisi:papis
Jeruk:awuu
Telur:ewwuw
Bola:wowa
Minum:meme
Batu:atu
Dua:uwa
Ikan:ita
Sapi:papi
Lebah:babah
Labalaba:bababa
Kupukupu:pupupupu
Jerapah:papapah
Nggak apa2:apapa
Sudah:dah

Lainnya alhamdulillah sudah banyak lagi saat saya repost postingan ini dari IG ke blog. What a miracle....
.
.
.
"Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?" Selalu ada mimpi-mimpi yang terbangun ketika kita mengistirahatkan mimpi yang lain, yang mungkin sebenarnya adalah ambisi ego pribadi.

Waktu saya wisuda S2, saya ditanya "Asih kerja di mana sekarang?" Saya jawab "saya ibu rumah tangga", dan orang yang bertanya tersebut seperti memandang remeh jabatan saya itu, tapi buat saya biarlah toh pertanyaan akan selalu muncul. Awalnya sensi juga tapi lama-lama saya iklaskan toh banyak juga yg ingin ada di posisi saya, bisa jadi fulltime mom.
Tapi yang menjadi catatan buat saya adalah:

1. Jangan pernah menilai sebelah mata atau dari permukaannya saja, apa pun yang dijalani seseorang adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi.

2. Jangan terlalu bangga dengan diri kita, beri ruang untuk rasa kecewa.

3. Baik buruknya kita memang dinilai orang, biar mereka menilai, tugas kita perbaiki perbaiki perbaiki.

4. Orang yang sibuk dengan dirinya tidak akan sibuk mengurusi apalagi mencibir orang lain.

Sebagai apa pun menjadi ibu itu adalah karunia, mau di rumah, mau bekerja, mau dasteran, blazeran, ibu adalah sekolah untuk anak2nya.

Apa yang harus digundahkan? .
.
.
Menjadi ibu adalah berkah, bukankah Tuhan menempatkan surga-Nya dibawah telapak kaki ibu? Juga ibu akan menghadiahkan surga itu untuk anak-anaknya? Nikmat mana yang harus didustakan?

Source of picture: pixabay.comhttps://pixabay.com/en/doll-s-house-figurines-macro-1473948/
#momslife

Sabtu, 01 Juli 2017

Saat Anugrah Bisa Minum Pakai Sedotan #MenjadiOrangTuaBijak


Anak bujang udah gede, udah bisa pedekate sama anak cewe...

Waktu malam lebaran ketemu sama temen-temennya Ayah, sebelah anugrah ini namanya anindya, anaknya Om Rajiv sama tante Irna.. hampir sepantaran umurnya. Saling ngobrol ala bahasa bayi, hanya mereka yang tahu...

Buat Ibu, yang paling keren waktu Anugrah ketemu Anin ini ya karena akhirnya Anugrah bisa minum sendiri pakai sedotan. Tadinya kan masih bingung gimana hisap sedotannya, malah digigit, eh ternyata kalau distimulasi lihat temennya bisa Anugrah makin semangat ya :)

Pertumbuhan anak dan perkembangannya tidak bisa secara mutlak dipatok sama orang tuanya, dipantau jelas iya, tapi dipatok harus A,B,C sesuai mau orang tuanya jelas tidak bisa. Orang tua hanya mengarahkan,mengantarkan, dan memfasilitasi. Mengapa? Karena anak adalah individu yang merdeka dan memiliki peran serta keinginan sendiri. Anak adalah individu yang belajar dari setiap kesalahan dan kekacauan yang dia buat. Anak adalah individu yag mencontoh apa pun tingkah yang ditunjukkan oleh orang tuanya.

Lemah lembutlah tetapi tegas, ceria dan berikan senyum sebanyak-banyaknya, karena anak melihat kita dengan mata dan hatinya, lalu mencontoh kita dengan gerak dan nalarnya.

Semoga selalu diberi jalan untuk menjadi orang tua yang baik dan bijaksana.

Nak, biar ibu istirahatkan dulu mimpi-mimpi Ibu, karena mimpi itu akan nyata dengan tumbuh kembang baikmu. Sehat selalu, soleh selalu, cerdas, dan sempurna tumbuh kembangmu. Ibu dan Ayah selalu mencintai Anugrah sepenuh hati, jiwa, dan raga.

😘😘😘😘😘

Rungkut-Surabaya, 1 Juli 2017