Senin, 15 Mei 2017

Dear Husband, Happy 29th Birthday


Saat aku kecil hal yang paling kuingat tentang usia yang bertambah adalah undangan ulang tahun dari teman sedesaku, anaknya Pak Kades jaman dulu, sekarang sudah almarhum. Perayaan ulang tahun adalah hal mewah yang langka, apalagi jika sampai diundang berarti kita istimewa. Jadi kusiapkan diri sebaik-baiknya, juga kusiapkan kado yang cukup mewah pada masanya untuk anak kelas 4 SD di pelosok desa. Buku tulis dan pulpen yang ada gantungannya. Itu tahun 1999, Indonesia sedang pelik-peliknya ya, dan aku tidak peduli saat itu. Tahu saja tidak soal presiden yang dituntut mundur. Yang penting aku adalah salah satu yang diundang acara ulang tahun anaknya Pak Kades, itu jauh lebih penting. Jadi, aku kenakan baju yang paling kusuka, kutenteng kresek hitam yang berisi kado berbungkus kertas payung warna coklat, dan tidak lupa aku bawa payung bergagang panjang karena takut hujan. Aku pergi berjalan kaki dari rumah, dan aku lah yang pertama datang. Itu kenangan yang konyol, tapi betapa pum demikian setidaknya aku punya impresi ingatan tentang ulang tahun yang bagiku sendiri tidak pernah ada perayaan khusus. 

Saat kecil itu aku tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari aku akan mengucapkan ulang tahun untuk teman hidupku satu rumah, teman harapanku dunia dan surga, dan segala bentuk pertemanan dalam ikatan pernikahan. Nyatanya, aku tidak pernah memiliki kejutan istimewa untuk orang yang berarti segalanya dalam hidupku. Suamiku. Tahun lalu, aku ingat, kita masih tinggal berjauhan. Kamu pulang dua hari sebelum hari ulang tahunmu. Demi kasihmu pada istri dan bayi kita, kamu senangkan kami dengan segala upayamu. Dan saat hari ulang tahunmu, aku tidak punya kejutan apa-apa, kado pun tidak. Aku sakit gigi, gigi gerahamku tumbuh hingga membuat mukaku bengkak, aku bahkan tidak masak sama sekali hari itu. Dan satu-satunya makanan yang bisa kamu santap adalah bubur kacang hijau dari tukang bubur yang kebetulan lewat depan rumah. Rasanya itu adalah kesalaham terbesarku di hari lahirmu, aku tidak bisa memberikan momen berkesan untuk kamu. Maafkan aku, bahkan untuk menuliskan kata-kata ucapan pun rasanya waktuku tersita untuk mengurus bayi dan gigi. 



Hari ini berselang 1 tahun dari waktu itu, usiamu menjadi gerbang menuju kepala tiga. 29. Selamat ulang tahun sayang, suamiku, imam dan panutanku, super hero yang tidak pernah mengucapkan janji manis tapi selalu menepati janji sekecil apa pun. Selamat bertambah usia pejuang tangguhku, ayah anakku, semoga kedewasaan dan kebijaksanaan menjadi pengiring setiap pengambilan keputusanmu dalam segala hal. Selamat ulang tahun supporter terhebatku, semoga dikaruniai kesehatan dan kekuatan langkah untuk menunaikan setiap tanggungjawabmu. Selamat ulang tahun sayang, semoga diberkahi setiap detik kehidupanmu, dihalalkan rejekimu, dilapangkan setiap jalanmu, disabarkan hatimu, diberikan kelancaran dalam setiap urusanmu. 

Tidak ada kado mewah yang dapat kuberikan, aku tahu, sebagai istri masih banyak sekali yang harus kuperbaiki, jangan pernah lelah membimbingku, jangan pernah lelah mengingatkanku, sebab ridhomu adalah segalaku. Mari menua bersama, mari menggapai ridho-Nya. Terima kasih telah memberikan hari-hari yang berwarna dalam kehidupanku dan anak kita. 

Sayang....
Sekali lagi selamat ulang tahun. 
Biar nanti kupeluk dan kucium saat kamu sudah bangun. Ini tengah malam kutuliskan, saat dengkurmu dan dengkur Anugrah bersahutan. 

Yang mencintaimu seterusnya,
Your Wife