Rabu, 25 Januari 2017

Menikmati Kue Bikang Di Kota Malang


dilarang mengcopy gambar tanpa mencantumkan sumber

Apa yang paling melekat dari Kota Malang? Dalam pikiran saya yang muncul yaitu apel, aneka keripik buah, perjalanan menuju Bromo dan Semeru, dan Universitas Brawijaya. Selain itu juga cara membolak-balikkan kata yang biasanya dilakukan oleh anak gaul Malang ketika berkomunikasi, misalnya Malang menjadi Ngalam. Pertama kali lewat Malang adalah akhir tahun 2013 silam ketika saya ikut rombongan pendaki Gunung Semeru. Saat itu saya baru tahu Malang karena pemberhentian kereta adalah di Stasiun Malang Kota Lama. Di depan stasiun saat itu saya membeli bakpau seharga Rp 3.000 dan saya takjub sendiri untuk ukuran bakpau yang besar dan enak harganya terbilang sangat murah.

Kali ini saya kembali ke Kota Apel ini bersama suami dan anak. Tidak secara khusus datang ke Malang, tapi karena suami harus dinas di kantor wilayah Malang dan keesokan harinya saya terbang ke Jakarta, jadi kami memilih alternatif untuk menginap di lokasi yang tidak terlalu jauh dari bandara maupun dari pusat kota. Pilihan menginap jatuh di Hotel Best Western di Jalan Dr. Cipto. Kebetulan di depan hotel tersebut ada sebuah toko kue dengan gaya bangunan yang unik. Toko Kue Sara. Awalnya kami hanya melihat sekilas dan berkomentar sepertinya toko kuenya terkenal dan ramai.


dilarang mengcopy gambar tanpa mencantumkan sumbernya
Bangunan unik Toko Kue Sara

dilarang mengcopy tanpa mencatumkan sumbernya
Mobil operasional toko
 Keesokan paginya sambil menemani bayi kami jalan-jalan di sekitar hotel, kami melihat toko kue tersebut sudah terbuka pintunya. Dengan niat mencoba, kemudian kami masuk ke pelatarannya. Ternyata memang tokonya buka setiap hari dari pukul 06.00 -17.00. Meskipun datang sebelum jam enam, penjaga toko dan pemiliknya tetap menyambut dengan ramah.


Kami membeli kue bikang yang berdasarkan penuturan penjaga tokonya adalah jenis kue yang paling laris di toko itu. Harga satu kue bikangnya 12.000 dengan varian rasa original, keju, dan cokelat keju.  Kebetulan selain penjaga toko yang sabar melayani, pemiliknya pun langsung keluar dan dengan ramah mengajak kami ngobrol. Saya memperoleh informasi darinya bahwa toko kue tersebut sudah berdiri sekitar 14 tahun atau sejak tahun 2003-an. 

Karena harus segera ke Bandara pagi itu, kue bikang yang kami beli akhirnya baru dimakan setelah sampai di Jakarta. Di perjalanan dari Bandara Halim Perdana Kusumah menuju Tangerang. Saya habis 4 potong (1 buah kue bikang bisa dipotong menjadi 6 bagian), dan rasanya enak sekali menurut saya. Dibanding dengan bika ambon dari Medan, kue bikang ini tidak terlalu berminyak. Bisa jadi pilihan oleh-oleh jika ke Malang. Toko Kue Sara beralamat di Jl. Dr. Cipto 12 Malang, Teleponnya (0341) 7704577/364715 atau 081233697474.