Jumat, 29 Januari 2016

Inside Out: Suara dari Kepala


Source: click!


Apa yang terjadi dalam otak kita? Apa yang terjadi dengan setiap memori kita? Film animasi garapan Pixar Animation yang dirilis di Indonesia pada tanggal 19 Agustus 2015 ini memberikan kita gambaran bagaimana kinerja otak yang berhubungan dengan memori jangka pendek dan jangka panjang. Bagaimana kesenangan, kesedihan, kemarahan, jijik, ketakutan, dikendalikan dalam diri seorang anak yang berusia 11 tahun bernama Riley.

Diceritakan bahwa sebenarnya kebanyakan ingatan Riley adalah memori bahagia, namun memori tersebut selalu diikutii dengan bagian memori lainnya seperti kesedihan, pesimisme, maupun rasa takut yang mengubah segala sesuatunya menjadi buruk. Dalam kehidupan manusia, siapa pun mengusahakan suasana yang bahagia serta menyenangkan. Hal tersebut dapat terwujud dari bagaimana pola pikir dalam otak kita dibentuk dan dikendalikan. Benar jika dikatakan you are what you think. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Seluruh tindakan, kondisi kehidupan, cara berinteraksi dikendalikan oleh pikiran kita. 

Pada hakekatnya kehidupan kita memang telah diikuti oleh berbagai kejadian yang memungkinkan untuk membentuk siapa diri kita. Dalam film ini, tokoh Riley berubah menjadi murung setelah dia pindah rumah dari Minnesota ke San Fransisco. Kemurungan dan kesedihan terjadi karena memori kesedihan mendominasi dan menyentuh memori inti. Riley berpikir segalanya berubah setelah dia pindah ke San Fransisco. Segala sesuatunya menjadi tidak menyenangkan, ingatan yang kuat tentang memori di Minesotta membuat dirinya buyar, konsentrasinya bermain hoki runtuh.

Film ini menarik, sekilas seperti film animasi hiburan anak-anak pada umumnya. Namun, bagi orang dewasa sebenarnya film ini adalah penggambaran yang sangat bagus mengenai bagaimana rumitnya kinerja otak orang dewasa yang dimensinya sudah semakin luas berdasarkan pengalaman yang pernah dilewati. Memori. Hal menarik lainnya yang diungkap dalam film ini adalah mengenai bagaiman amimpi diproduksi. Ada mimpi baik dan mimpi buruk. Stimulus mimpi tersebut berasal dari kejadian yang Riley alami. Bahkan ternyata pikiran kita berusaha menangkis mimpi buruk. Ketakutan akan mmebuat kita terbangun dari mimpi.

                “Hanya ketakutan terbesar yang bisa membangunkanmu”
     –dialog tokoh Joy-

Pada dasarnya, ketika pikiran kita mengarah pada kebahagiaan maka tubuh kita akan lebih baik dalam merespon keadaan yang kita hadapi, begitu juga sebaliknya, keadaan akan lebih sulit ketika kita sedih dan pesimis. Setiap hal dalam diri kita tersimpan dalam memori, setiap kejadian dalam hidup kita terekam dalam memori. Ada yang tinggal dan ada yang terlupa. Pilihan kita sendiri untuk menciptakan memori seperti apa yang membentuk diri kita.

Tangerang, 28 Januari 2016
23:56