Jumat, 23 Januari 2015

Suka vs Tidak Suka (aka. Benci)



“Jangan sampai kebencianmu terhadap sesuatu menempamu menjadi menyerupai apa yang kamu benci.”
Pict from here: click!


Saya belajar mengatakan itu berkali-kali pada diri saya sendiri. Setidaknya, untuk mengingatkan bahwa kita tidak perlu berkata manis dan sok merasa paling benar. Pada setiap keburukan, ada celah kebaikan. Sebaliknya pada setiap kebaikan selalu dapat muncul potensi keburukan. 

Menurut saya setiap orang pernah berada di posisi tidak suka terhadap sesuatu (sifat/orang), kemudian menghujatnya bertubi-tubi, mengeluhkannya berkali-kali. Setelah itu masalah selesai? Nggak kan? Itu yang kadang membuat saya malas berkomentar soal gosip atau rumor, karena pada akhirnya akan menuntun pada gosip-gosip berikutnya, rumor-rumor selanjutnya yang kebenarannya juga masih abu-abu. Kalau kata Ki Ha Myung (tokoh yang diperankan oleh Lee Jong Suk) di Drama Korea Pinocchio, rumor itu nggak  bisa jadi berita kalau belum bisa dibuktikan kebenarannya.


Suka/su.ka/ - (adv) berkeadaan senang (girang)

Tak Suka – tidak peduli; tidak acuh

Benci/ben.ci/ - (adv) sangat tidak suka


Kalau lihat dari arti kata yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalau suka artinya senang terhadap sesuatu. Bisa jadi kita akan memujinya, membaikinya, atau apa pun yang berhubungan dengan kesukaan. Bertahan selamanya? Belum tentu! Setiap sifat, setiap rasa bisa kadaluwarsa alias expired. Sebaliknya, tidak suka bermakna tidak peduli yang semakin dikuatkan dengan pemaknaan benci (di level sangat tidak suka) yang bisa menuntun kita untuk mengatakan apa pun terhadap kebencian itu. Bertahan selamanya? Tidak Juga! Hati yang selalu membenci menuntun pada kekakuan dan rasa tidak terima, meski sebaik apa pun kondisinya.

Lalu? 


See deep on ourself.


Dalam satu hari ini sudah berapa rasa benci yang dapat kita redam? Sudah berapa banyak kebaikan yang dapat kita tebarkan? Sudah berapa kesukaan yang kita bagi dan membahagiakan sekitar?

Dibanding mengeluhkan sesuatu karena tidak suka atau pun menghujat keadaan/orang, mending fokus perbaiki diri sendiri dulu. Seberapa bermanfaat kita, seberapa berkapasitas kita sampai layak untuk terlalu suka/terlalu tidak suka?

#notetomyself 

Baranangsiang-Bogor 23 Januari 2015