Senin, 07 April 2014

Filosofi Packing

dok. pribadi


Suatu kali ketika saya mengobrol dengan seorang teman yang tinggal di Pekanbaru melalui telepon, ia mengatakan bahwa keesokan harinya akan melakukan perjalanan ke Jakarta. Seperti biasa, basa-basi ala Indonesia, saya hanya mengucapkan (dan  mendoakan) semoga dia selamat sampai tujuan. Kemudian dia bertanya kepada saya, “apa inti dari perjalanan menurutmu?” Saya menjawab dengan beberapa penjabaran bahwa perjalanan adalah sarana belajar, mengenal, dan tentu saja kesempatan untuk mendapatkan inspirasi. Dia menggumam dan saya merasa bahwa dia menganggap jawaban saya sudah terlalu umum. Jawaban yang akan mendapat nilai A jika ditulis dikertas ujian tetapi tidak mewakili yang sebenarnya diinginkan oleh si penanya.

Kemudian saya mengembalikan pertanyaan kepada teman saya tersebut, dengan ringan dia menjawab, “inti dari perjalanan adalah PACKING”. Saya lantas tertawa ketika teman saya menekankan kata packing pada jawabannya. Lantas tanpa direncanakan obrolan saat itu beralur pada pembahasan, mengapa packing
 
Mengutip dari Oxford Dictionary, packing merupakan bentuk kata benda yang tidak dapat dihitung atau uncountable dan memiliki dua arti: 1. Process of packing goods; 2. Material used for packing delicates object, to protect them. 

 Pada setiap kesempatan, tidak hanya ketika ingin bepergian biasanya sebagian besar orang lebih fokus pada apa yang akan dilakukan dan  mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan saat ini. Hingga seringkali ketika sudah tiba di tempat tujuan ada yang lupa untuk dibawa. Packing bagi teman saya adalah bentuk persiapan ketika akan melakukan perjalanan,  meskipun hanya  menyisipkan kaos kaki cadangan di saku tas juga menjadi penting baginya. Memang tidak semua orang memiliki tipe detail dan penuh persiapan, tapi bagaimana pun sekedar persoalan kaos kaki cadangan seringkali juga membuat kewalahan di tempat tujuan karena tidak dipersiapkan dengan baik.
 
Saya pernah mengalami hal yang membuat saya cukup panik akibat ketelodoran saya sendiri. Waktu itu perjalanan ke Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau. Rasa-rasanya semua persiapan sudah saya matangkan, ternyata ketika sampai di Bengkalis dan saya membongkar isi tas ada satu yang saya lupa yaitu kotak make up saya. Meskipun bukan tipe perempuan yang rajin berdandan, tapi setidaknya saya perlu pelembab untuk kulit muka dan juga lip balm. Payahnya saya lupa dan harus merogoh kocek untuk membeli di sana. Dari situ kemudian saya teringat kembali dengan percakapan yang mengalir bersama sahabat saya, betapa pentingnya packing. Betapa pentingnya persiapan.

“Banyak orang yang begitu fokus dengan masa depan hingga mereka lupa bagaimana untuk menikmati hari ini.” Kata sahabat saya waktu itu. “Tapi sefokus apa pun niatan seseorang untuk menikmati hari ini, setidaknya hari esok perlu dipikirkan dengan baik.” Tentunya makna packing bagi setiap orang berbeda-beda. Meskipun demikian makna dasarnya bisa menjadi sama yaitu persiapan sebelum pergi, entah kemana pun tujuannya. Selamat packing, selamat mempersiapkan perjalanan, selamat mempersiapkan hari esok.

Salam.
Dramaga-Bogor, 06 April 2014