Rabu, 16 April 2014

Doa Pagi: Untuk Cahaya

Untuk Cahaya,

Ketika pagi masih ranum, purnama semalam juga masih menyisakan cahayanya. Sebentar, embun juga tengah mencari jalan menuju pucuk-pucuk daun sebelum mentari menyirnakannya dengan evaporasi yang sempurna.

Di pagi yang ranum, barangkali aku yang terus-menerus menuturkan namamu. Berkali-kali menyelipkannya dalam doa-doa pagi. Kuhaturkan pada genggaman waktu setiap jengkal dari langkahmu siang nanti. Aku ingin menuntaskan permohonanku sebelum matahari mendewasakan waktu. Di pagi yang masih muda, aku merapalnya.

Mungkin layaknya kisah Ibrahim ketika ia menebak apakah bulan, bintang, dan matahari yang manakah yang menjadi tuhannya. Atau juga kisah Musa yang berguru pada Khidir mengenai makna kesabaran di sebagian kehidupannya. Mungkin demikianlah jiwa muda, selalu bergerilya pada tanya tentang kehidupan yang tak kunjung habis.

Sebentar lagi aku selesai mendoakanmu, purnama semalam sudah benar-benar redup. embun-embun telah luruh dan sebagian lagi jatuh ke atas tanah. Mungkin besok lagi aku akan mendoakanmu dalam rapal-rapal permohonan, sebab doa terbaik adalah bukan ketika kita merapal di setiap sujud namun doa yang menjadi laku dalam perjalanan hidup. Itulah doa yang sungguh-sungguh, doa yang dijelmakan dalam tingkah bermakna. Kucukupi mendoakanmu di pagi ini, hari ini yang harus kita lakukan adalah memenuhi janji. Menegakkan panji-panji kemuliaan sebagai manusia, melaksanakan titah kesempurnaan makhluk sebagai khalifatul fil ardl: memimpin diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

Kusudahi mendoakanmu, pagi sudah mendewasa. Selamat meneruskan gerilya untuk pertanyaan-pertanyaan hidup yang masih terus merasuki keingintahuanmu. Selamat meneruskan semangat muda yang membuatmu mencari jawab atas setiap peristiwa yang terjadi di waktu-waktumu. Selamat pagi, doaku, yakinlah serumit apapun pertanyaan hidup namun ia akan sampai pada satu titik: selesai.

“Rabbana aa tinaa min ladun ka rohmatawwahayyi’ lanaa min amrinaa rosyada”

-Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10)-

Dramaga, 16 April 2014  
Selamat ulang tahun, manusia yang selalu membanggakanku, adikku: Nurhayati, cahaya kehidupan bagi kami.