Senin, 07 Oktober 2013

Perjalanan Terjauh



Mencintai adalah hal yang menakjubkan. Hal yang harus kita sadari adalah bahwa seindah dan semenarik apa pun kisah cinta orang lain, sesungguhnya yang paling menakjubkan adalah kisah yang kita alami sendiri, bagaimana pun jalannya.

“Kamu percaya takdir?”

“Takdir adalah ruang dimana kita tidak bisa menemukan apa pun, tapi kita yakin bahwa di dalam ruangan itu ada sesuatu yang tersembunyi untuk kita, sesuatu yang sangat bermakna, sesuatu yang terbaik.”

“Kamu percaya pertemuan kita adalah takdir?”

“Yang bisa kita lakukan saat ini adalah meyakininya, optimisme itu akan menuntun kita pada tujuan yang kita inginkan.”

“Tujuan?”

“Mungkin lebih tepatnya tujuanku, ingin bersama kamu.”

“Dalam hal apa?”

“Perjalanan terjauhku.”

“Maksudnya?”

“Sampai kehidupanku berakhir.”

Kita diam. Tidak ada lagi yang bersuara, hanya nafas yang memburu dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Mata kita memandang ke depan, seperti menerawang masa depan, mengharapkan takdir berbaik hati sesuai harapan. Tapi entah harapanmu, mungkin harapan kita tidak sama, tapi setidaknya kita sama-sama memiliki harapan.

Hari ini aku sedang menata kembali puzzle kekagumanku atasmu, seperti keinginan yang sama untuk menjadikanmu satu-satunya untuk menemani. Demikianlah kutata keping-keping perasaan dan logika itu. Untuk kamu: perjalanan terjauhku.

Bogor, 07 Oktober 2013