Senin, 03 Juni 2013

Jodoh



Satu-satunya yang bisa menguatkan kita tentang abstraksi masa depan, waktu yang akan datang, atau momen setelah ini adalah keyakinan. Kekuatan hati. Untuk meyakini bahwa nanti, di saat selanjutnya diri kita akan menemukan sosok yang paling pantas untuk bisa kita bagi kebahagiaan, pun bisa menjadi teman yang paling tepat ketika kita gelisah. Bersabarlah, maka kita akan menemukan jalannya.

Pipiku memerah karena begitu bungah mendengar kabar itu beberapa hari yang lalu. Pernikahan, tante terbaikku telah menemukan jalannya kali ini, di bilangan 34. Siapa yang menyangka bahwa akhirnya penantian panjang untuk kami semua tiba di batas finish untuk kemudian memulai langkah yang baru? Aku menitikkan air mata, bukan hanya karena akad nikah itu akan dilaksanakan esok hari, 04 Juni 2013, tetapi pelajaran kesabaran ini menjadi pemantik bagiku sendiri. Tuhan tidak pernah mengingkari janji, Dia hanya menjadikan janji itu sebagai misteri dan manusia diberi keleluasaan untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi melalui akal.

Jodoh, rezeki, mati. Siapa yang mengira bahwa tante terbaikku yang sudah seperti ibu sendiri menemukan punggawa hatinya di usia yang sudah lewat kepala tiga. Usia yang demikian sudah dinilai terlalu tua jika di desa, meskipun di kota who cares? Aku bersyukur, berbahagia, untuk kesempatan pembelajaran kesabaran selama 23 tahun bersamanya. Menikmati kasih sayang dan jerih yang dia ikhlaskan untukku hingga mencapai di titik ini. Aku bahagia, atas karunia Tuhan yang memberikan Ibuku seorang adik yang menjadi tante kami. Selamat berbahagia, Bu Lik. 

I’m really proud of you, for your soul and goodness. I love you.

Happy wedding my best auntie :*