Kamis, 20 Juni 2013

And We Talk about Passion, Again and Again

picture from here: click!

Dear Life,

How long you'll bring us to your own meaning? To the place that we call destiny.

Ada percakapan panjang yang tidak berakhir di satu titik, antara dua orang, antara tiga orang, antara beberapa orang yang sedang bersama. Percakapan kemarin dan hari ini, percakapan yang akan terus berlangsung  sampai titik itu ditemukan: titik pemberhentian garis yang saat ini masih di ulur. Passion. Lentera jiwa. Jalan hidup. Apa pun namanya, itu lah satu hal yang membuat orang rela bekerja keras dan terus berjuang.

Passion itu tentang sinergitas yang matang antara rasionalitas, kreatifitas, yang dibungkus dengan emosi hati yang dinamis namun tenang (saya, Turasih, 2012). @turasih90

Passion adalah sesuatu yang membuat kita tidak sabar untuk menanti hari esok, hanya untuk melakukannya lagi #AndrisKece (Andris Ghiffari, 2012)-via bbm.@andrisghiffari


Dibikin capek sama si passion tapi nggak pernah capek, malah seneng. Ditinggal kemana-mana tapi si passion selalu ngikut (Vitadesy, 2012)-via bbm. @vitadesya

Kemudian teman saya Vitadesy kembali memberikan makna passion melalui akun twitternya secara lebih gamblang: mau nambah! jadi gini, aku baru sampe rumah. Cape? Jangan ditanya, tapi kalau masih harus buat-buat @mmmmouch gak berasa capek sedikit pun.

Hampir tengah malam saya membaca mention teman saya di twitter tersebut dan kemudian saya berhenti menulis postingan ini lalu berpikir, betapa dahsyat energi orang-orang yang menemukan passion dalam perjalanan hidupnya, menemukan apa yang benar-benar dicari, menemukan kebahagiaan. Ah, saya kagum dengan mereka yang seperti itu. 

Lalu saya melanjutkan menulis postingan ini lagi sambil mendengar lagunya Adele: Love Song.

"whenever i'm alone with you, you make me feel like i am young again...." kira-kira begitu salah satu bait lagu Adele, dan bagi saya sesuai bahwa passion itu semacam love. Mengerjakan apa yang menjadi passion adalah seperti orang yang selalu jatuh cinta, selalu merasa bersemangat.




Apa passionmu? 

Temukan kebebasan dalam dirimu, lakukanlah, berkaryalah!



 



Senin, 03 Juni 2013

Jodoh



Satu-satunya yang bisa menguatkan kita tentang abstraksi masa depan, waktu yang akan datang, atau momen setelah ini adalah keyakinan. Kekuatan hati. Untuk meyakini bahwa nanti, di saat selanjutnya diri kita akan menemukan sosok yang paling pantas untuk bisa kita bagi kebahagiaan, pun bisa menjadi teman yang paling tepat ketika kita gelisah. Bersabarlah, maka kita akan menemukan jalannya.

Pipiku memerah karena begitu bungah mendengar kabar itu beberapa hari yang lalu. Pernikahan, tante terbaikku telah menemukan jalannya kali ini, di bilangan 34. Siapa yang menyangka bahwa akhirnya penantian panjang untuk kami semua tiba di batas finish untuk kemudian memulai langkah yang baru? Aku menitikkan air mata, bukan hanya karena akad nikah itu akan dilaksanakan esok hari, 04 Juni 2013, tetapi pelajaran kesabaran ini menjadi pemantik bagiku sendiri. Tuhan tidak pernah mengingkari janji, Dia hanya menjadikan janji itu sebagai misteri dan manusia diberi keleluasaan untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi melalui akal.

Jodoh, rezeki, mati. Siapa yang mengira bahwa tante terbaikku yang sudah seperti ibu sendiri menemukan punggawa hatinya di usia yang sudah lewat kepala tiga. Usia yang demikian sudah dinilai terlalu tua jika di desa, meskipun di kota who cares? Aku bersyukur, berbahagia, untuk kesempatan pembelajaran kesabaran selama 23 tahun bersamanya. Menikmati kasih sayang dan jerih yang dia ikhlaskan untukku hingga mencapai di titik ini. Aku bahagia, atas karunia Tuhan yang memberikan Ibuku seorang adik yang menjadi tante kami. Selamat berbahagia, Bu Lik. 

I’m really proud of you, for your soul and goodness. I love you.

Happy wedding my best auntie :*