Jumat, 10 Agustus 2012

Untuk Mencintai, Sederhana Saja. Benarkah?


A Book Review by Ahmad Saripudin
 
Sesungguhnya kisah cinta yang paling dahsyat adalah yang terjadi pada kita sendiri, bagaimana pun jalannya.

Siapa yang tak pernah jatuh cinta ???

Bicara mengenai Cinta memang tak akan pernah ada habisnya, Setiap individu pasti pernah mengalami jatuh Cinta, Walaupun  cinta kadang kala menggalami penyempitan makna. Cinta itu lebih luas dari pada yang kita pahami semata. Cinta bisa diartikan sebagai kisah antara orang tua dan anak, sahabat, keluarga, kakak dan adik, bahkan mengenahi hubungan kita dengan Sang pencipta

“Cinta bukan aku, cinta bukan kamu, cinta bukan apa atau siapa. Tapi cinta adalah tentang semuanya” (hal 91)

Masalah cinta memang sungguh sanggat tidak sederhana, tidak hanya dari massa awal saling kenalan, bahkan ketika kita telah menggikat janji, massalah cinta tidak akan pernah berhenti rasanya.  “Cinta itu memang gila” bukan, diwaktu yang terpisah seorang penyair pernah berkata

 “Cinta seperti penyair berdarah dingin
Yang pandai menorehkan luka.
Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.”

 Joko Pinurbo, Pacar Senja

Membaca buku Untuk Mencintai Sederhana Saja, seakan mengajak kita untuk berusaha memaknai kembali “apa itu cinta? “.

Bagaimana jika cerita cinta dihadapkan pada kenyataan, bahwa ada jarak ribuan kilometer yang memisahkan sebuah kisah cinta , apakah akan bertahan atau jarak semakin memisahkan. Kisah sebuah pertemuaan secara tidak sengaja bisa saja menghadirkan sebuah cerita cinta yang baru.

Bahkan Kehilangan ,Luka, kangen,  merupakan bagian dari proses pencarian arti cinta itu sendiri, bahkan menjadi bumbu bumbu  perjalan cinta jika kita dapat menerimanya.

Apakahkan kita kan berhenti mencari cinta? 

“Jatuh cinta itu seperti kecelakaan. Kita tidak pernah tahu kapan dan dengan siapa itu akan terjadi. Cintaitu unik, meskipun sifatnya universal. Penggalaman cinta bisa bersifat spiritual untuk invidu yang berbeda” (hal 23)

Pada beberapa bagian cerita  kita akan diajak, bahwa usaha memaknai cinta adalah sebuah proses perjalanan panjang yang harus kita nikmati,bahkan tidak akan berhenti sekalipun kita telah menemukannya

 “Yang paling menarik dari sebuah perjalanan adalah pertemuan, untuk mencari jawab dari setiap Tanya yang diutarakan atau sekedar saling mendengarkan.Pertemuan melagukan irama yang tidak hanya sekedar ia berdendang tanpa tabuh gendang, ia apik tanpa harus menyusun topik” (hal 39)

Lewat Untuk Mencintai Sederhana Saja, mengingatkan bahwa serumit apapun urusan cinta dan mencintai , tetap merupakan cinta sebuah hal yang “sederhana”. Cinta tetap saja merupakan cerita hubungan  personal antar "aku" dan "kamu", dimana ketika "Aku" membutuhkan kehadiran "Kamu", "Kamu" juga membutuhkan kehadian "Ku". Hubungan personal seperti ini bukan dilandasi utnuk saling mengikat, tapi untuk saling memenuhi kebutuhan kita

“Pada dasarnya adalah membebaskan bukan mengikat, Dengan begitu kita menghargai dan memaknai arti kehadiran”

Cinta memang rumit, dan bahkan terkesan begitu naïf jika hendak disederhanakan. Cinta, Pertemuan, Rindu, Kangen, Perpisahan, cinta memang seperti itu, rumit . tetapi Yang pasti
“Aku inggin menjadi orang yang mencintaimu”
“sederhana saja”

Untuk Mencintai Sederhana Saja, Benarkah ?
Temukan sendiri kisah cinta mu,
Sesungguhnya kisah cinta yang paling dahsyat adalah yang terjadi pada kita sendiri, 
bagaimana pun jalannya.

Untuk Mencintaimu Sederhana Saja
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Secara keseluruhan cerita yang ada sangat beragam jenisnya. Setiap kisah  menawarkan cerita yang berbeda.  Latar belakang juga berbeda. Masalah yang berbeda. Walapun garis besarnya tetap sama C.I.N.T.A

Ada beberapa hal yang sedikit menggangu saya dalam menikmati buku UMSS. Tidak ada kaki buku yang menjelaskan mengenai kutipan, atau tokoh yang dikutip kalimatnya.  Dan gaya penulisan yang cenderung hiperbola  justru kadang kala menjebak dan menghilangkan makna tulisan tersebut.



Sekilas penulis
Turasih, lahir di Banjarnegara 22 tahun yang lalu
Penikmat membaca, traveling
Pengkicau di @turasih90
Dikenal  oleh beberapa temannya
Sebagai seorang perempuan Dieng  yang “Berkarakter”
Entah lah saya belum pernah tatap muka
Jika nanti bertatap muka
Saya hendak bertanya
“Tur, sedang kangen sama siapa ?”
eeahh


om
Bekasi - Ujung Dunia lain
Terima kasih kiriman bukunya