Senin, 02 April 2012

Lantak

Diam yang kau candakan dengan bengis,
merupa daya lelah untuk memperlakukanmu dengan bijak

Barangkali,
meski masih jauh panggang dari api
pun pemantiknya ku sembunyikan
namun kau menjelma neraka
Bermuka manis seperti penjaga surga, itu luka, karena berpura
bengismu tak usang, tak hilang
laiknya malaikat pencabut nyawa yang datang kapan saja.


Kau, merenggutku dari kemerdekaan humani
Menarikku pada perjudian budi
mencekikku dengan parodi, umpama mimpi

Kau, yang selalu menjelma neraka

Gambar dari: http://www.backgroundpictures.org/p/fire/fire_04.jpg