Senin, 06 Februari 2012

Langgam Februari


#Bogor, 01 Februari 2012

Februari, disebut bulan cinta bagi yang percaya bahwa bulan ke-dua di kalender masehi ini adalah saatnya mengungkapkan kasih bagi orang-orang tersayang. Berawal dari Festival Lupercalia yang berlangsung di jaman kerajaan Romawi, sekitar abad ke-3 dan  kisah seorang pendeta dari gereja katolik Roma, Santo Valentine, mendasari mengapa pada bulan Februari ada satu tanggal yang dielukan sebagai hari Valentin yaitu pada tanggal 14 Februari. Ada berbagai versi mengenai asal-muasalnya, namun semua mengerucut pada sebuah perayaan yang hingga saat ini juga masih ada di berbagai tempat dengan cara yang beragam. Ada yang sekedar membelikan cokelat untuk pasangan, mengirimkan kata-kata sayang, atau pun saling mendoakan hingga perayaan yang mengarah pada free sex.

Bagi yang tidak mau memaknai Februari sebagai bulan istimewa, begitu juga saya, tidak menjadi persoalan. Simplenya adalah setiap hari merupakan ajang untuk berbagi kasih, mengungkapkan sayang kepada sesama dan juga semesta. Jadi tidak perlu ada ‘ritual’ khusus untuk menunjukkan bahwa kita saling menyayangi, semuanya sudah dipondasi dengan ketulusan.

Saya terpikir untuk menulis tentang Februari karena memang waktu sedang berotasi di putaran tanggalnya dimana pada tahun 2012 ini mencapai angka 29. Tahun kabisat yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali. Selain itu tanpa direncana ternyata seorang sahabat dekat saya berulang tahun pada hari ke-lima di bulan Februari ini. Sehingga yang tadinya iseng, setelah disadari justru menuliskan tentang Februari menjadi sebuah momentum. Untuk sahabat saya: Selamat Ulang Tahun.

Momentum. Setiap orang memilikinya, mendapatinya pada kesempatan yang berbeda-beda, dalam dimensi yang tidak bisa ditentukan dan entah dengan siapa saat itu berhadapan. Yang jelas, momentum serupa hukum kekekalan energi: tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. 

Terkait dengan  bulan Februari sendiri, sebenarnya banyak peringatan  momentum bersejarah diantaranya 02 Februari sebagai hari lahan basah sedunia (konvensi Ramsar), 09 Februari sebagai  Hari Persatuan Wartawan Indonesia, tanggal 14 Februari sebagai Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA), 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, dan masih banyak lagi momentum lainnya. Hanya saja kita sering terkotak pada satu dimensi kejadian yang belum tentu merupakan titik dimana kita bisa memberi dan menuai manfaat.

Jadi apa pun  harinya, berapa pun tanggalnya, berada di bulan apa atau tahun berapa adalah kesempatan yang baik. Tergantung kita sebagai makhluk berakal memberikan perlakuan pada setiap detik yang dilalui. Semoga kita menjadi orang yang bijaksana, yang bisa selalu memperbaiki kapasitas diri setiap harinya, tidak hanya di Februari namun setiap waktu.