Selasa, 03 Januari 2012

Pariri Lema Bariri

Minggu terakhir Desember tahun lalu saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi salah satu Kabupaten dengan potensi alam yang luar biasa, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berkesan, itu satu kata yang bisa saya ungkapkan untuk menggambarkan perjalanan saat itu. Meskipun tujuannya untuk pekerjaan, tapi rasa lelah terbayar dengan pemandangan yang saya saksikan di sepanjang alur menyusuri bagian dari wilayah yang masuk zonasi waktu Indonesia bagian tengah tersebut.

Saya takjub melihat hamparan laut yang dihiasi pulau-pulau kecil di antaranya. Rutinitas dan kebiasaan menghirup udara kota besar dengan hiruk-pikuknya yang menyesakkan rasanya terobati dengan hembusan angin yang membelai wajah setiap kali menyapu pandang ke tengah laut. Padahal itu hanya perjalanan singkat ketika menyeberang dari menuju Poto Tano untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke Taliwang (Ibukota Kabupaten). 
Mata pencaharian utama penduduk Desa Kertasari, Sumbawa Barat adalah budidaya rumput laut
Kemudian ketika satu hari harus mengikuti pertemuan dengan warga di Desa Kertasari, mata saya dimanjakan (lagi-lagi) dengan hamparan laut biru yang menjadi andalan masyarakat setempat untuk melangsungkan kehidupannya. Salah satu sumber nafkah utama bagi masyarakat di desa itu adalah membudidayakan rumput laut. Indonesia, kekayaan alam seperti apa yang tidak bisa dibanggakan?

Sekolah dengan atap awan
Foto di atas saya ambil ketika pulang dari Desa Kertasari, salah satu bangunan sekolah yang menjadi tumpuan menuntut pendidikan dasar bagi anak-anak di sana. Saya menjadi rindu masa dimana saya masih duduk di sekolah dasar. Meskipun jauh dari fasilitas seperti sekolah-sekolah di kota, tapi lingkungannya sangat tenang, kapan pun bisa memperoleh cahaya matahari yang tak pernah malu-malu bersinar dengan hamparan langit biru yang bersih.

Gerbang Masuk Komplek Pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat (KTC)
Awalnya saya belum mengetahui perihal kabupaten yang baru pertama kali saya kunjungi ini. Jika Bogor disebut Kota Beriman, Banjarnegara bergerak dengan Gilar-Gilar, Cilacap Bercahaya, Semarang Kota Satria, maka Kabupaten Sumbawa Barat berdiri dengan "PARIRI LEMA BARIRI" yang artinya segera untuk dibenahi bersama. Kabupaten pemekaran dari Sumbawa Besar ini telah berusia tujuh tahun dan mengembangkan seluruh aktifitasnya dibawah pondasi yang disebut dengan peradaban fitrah. Komplek pemerintahan menjadi satu untuk seluruh dinas, sekaligus bersatu dengan Masjid Agung Darussalam. Nilai-nilai islam sangat terasa di Kabupaten Sumbawa Barat.


Mengunjungi tempat baru selalu memberikan penyegaran atas perspektif kita, sebab dunia tidak hanya berada di jengkal telapak kaki kita. Banyak sekali  tempat-tempat menarik, eksotis, dan memberikan banyak pengalaman berharga yang ingin saya kunjungi. Saya yakin bahwa di pelosok-pelosok negeri memiliki potensi luar biasa yang bisa saja di luar apa yang kita bayangkan. Udara yang masih bersih, kebudayaan yang khas, bahasa yang berbeda, juga yang tidak kalah penting adalah setiap tempat yang kita kunjungi akan menjadi bagian dari kaleidoskop perjalanan kita. Salute to Indonesia :)