Jumat, 07 Oktober 2011

#Kangen


"Pernah kangen?"

"Pernah."

"Siapa yang dikangenin?"

"Jawabannya bukan terbatas pada siapa, tapi juga apa yang dikangenin."

"Oh yaya, sometimes."

"Jadi, sekarang bentuk kangenmu seperti apa?"

"No pattern."

"Why?"

"Because that's so abstract."

Istilah kangen atau yang sering diucap dengan kata rindu seringkali mendera tanpa kenal kesempatan. Akhir-akhir ini setelah momen lulus dari kampus, saya termasuk teman-teman yang lain sepertinya masuk ke dalam suatu dunia yang membuat hati kami begitu halus dan mulut  tulus mengucapkan "aku pasti bakal kangen saat-saat seperti ini, kangen kampus, kangen main bareng, kangen kuliah bareng." Dan tentu saja kangen bukanlah monopoli kami sebagai sekumpulan manusia yang menikmati kebersamaan di lingkungan kampus. Terdapat ribuan perantau di Jakarta atau pun daerah lain di Indonesia yang setiap tahun bahkan rela berdesak-desakkan atau pun mengeluarkan budget yang besar demi mudik ke kampung halaman. Apa coba alasannya? Kangen keluarga, kangen kampung halaman. Ya, Kangen!

Kangen itu abstrak, sama halnya jika seorang yang tidak suka kopi bertanya kepada seorang yang maniak kopi.

"Apa sih enaknya minum kopi, sampai kamu rela mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan ribu demi secangkir kopi?"

Mungkin jawabannya akan seperti ini, "Boleh nggak saya tanya, gimana sih rasanya makan atau minum sesuatu yang paling kamu sukai?"

"??"

Jawabannya? Tidak ada yang mutlak, sebab rasa sepenuhnya urusan selera. Seperti itulah kangen, satu kata itu sekaligus memiliki posisi sebagai predikat, keterangan, kata sifat, juga kata benda tapi semuanya memiliki makna yang sama "abstrak".

"Jadi pernah kangen?"

"Selalu."

"Sama?"

"Everything, segala sesuatu yang bisa membuat saya kangen. Siapa pun, Kapan pun, Apa pun, tanpa kenal waktu tanpa bisa saya tebak."

Disadari atau tidak, kangen yang muncul bisa memberikan berbagai dampak psikologis. Ada yang menjadi sangat bersemangat, sendu, marah, nangis, atau kondisi yang beberapa waktu ini disebut sebagai galau. sesuatu banget deh... Dan mau diakui atau tidak, kondisi kangen itu bisa  memunculkan kreatifitas yang luar biasa. Bagi seorang penyair ia bisa membuat puisi, seorang penulis bisa membuat tulisan, seorang pelukis bisa membuat lukisan, atau bahkan seorang tukang becak yang kangen sama keluarganya di kampung akan dengan begitu semangat mengayuh becaknya demi penghasilan yang bisa diberikan untuk anak istri. 

Kangen itu tidak terbatas.

“Lagi kangen?”

“Iya.”

“Kangen sama..?”

“Kamu, kangen sama kamu, selalu.” 

 *Sambil dengerin lagunya Dewa 19 "Kangen" dan Agnes Monica "Rindu"
@Pangkalan Kerinci 19:15