Selasa, 18 Oktober 2011

Carica

Buah Carica (Photo by Turasih)
Pernah makan pepaya? Jika diminta untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk dan rasa pepaya kira-kira akan saya jawab seperti ini: Pepaya itu memiliki bentuk lonjong, saat masih mentah kulitnya berwarna hijau dan daging buah masih keras. Ketika mulai matang, kulitnya berangsur berubah menjadi kuning atau oranye dan daging buah akan menjadi lebih lunak. Warna daging buahnya oranye dan bijinya berwarna hitam. Rasanya manis.


Di Datarang Tinggi Dieng, ada satu jenis pepaya yang sangat berbeda dari buah pepaya pada umumnya. Namanya Carica. Sekilas dilihat bentuk buah dan daunnya sama saja dengan pepaya biasa. Tetapi ketika diamati, Carica memiliki pohon yang lebih kerdil, bisa bercabang dan juga buahnya relatif lebih banyak dalam satu pohon. Buah Carica juga lebih kecil dari Pepaya, rasanya sedikit asam, dan yang menurut saya paling menggiurkan adalah aromanya yang harum segar. Daging buah berwarna kuning ketika sudah matang, bijinya yang sedikit berlendir menambah aroma buah semakin mantap. Getah buah ini bereaksi tajam terhadap kulit, jadi jika mengupasnya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan memakai lotion setelahya.
manisan carica (www.resepandalan.com)

Penduduk di Dataran Tinggi Dieng biasanya menanam Carica di lahan kentang yang mereka miliki atau pun secara khusus membudidayakannya. Carica memiliki nilai ekonomi tinggi ketika sudah diolah menjadi manisan dan dipack. Satu botol bisa mencapai Rp 12.000, tetapi ketika masih mentah kita bisa membelinya seharga Rp 3.500 per kilo atau bisa mendapatkannya secara cuma-cuma dari petani. 

Jika memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Dieng, jangan lewatkan untuk menikmati manisan buah Carica. Rasakan sensasinya :)