Jumat, 23 September 2011

Menjadi Agen Community Development: Persiapan dan Pelaksanaan

Tadi malam saya mendapatkan sms dari seorang kawan yang sebentar lagi akan menjadi seorang perantau di tanah yang jauh dari rumahnya. Bagi saya itu adalah hal yang menggembirakan, sebagai sarjana yang masih 'hijau' keputusan keluar dari lingkungan merupakan pilihan yang tepat. Minimal, dengan mendatangi tempat baru dan berinteraksi dengan orang-orang yang sebelumnya belum pernah ditemui (dengan kebudayaan yang berbeda pula) maka kematangan emosi akan semakin terasah.

Kawan saya bertanya apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang ComDev Officer (CDO) di sebuah perkebunan. Seketika jawaban yang muncul di otak saya adalah "persiapkan mental". Sebenarnya ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum terjun ke 'medan perang', hanya saja bagi saya siapnya mental seseorang untuk beralih dari lingkungan lama (kampus) ke lingkungan baru (masyarakat) bukanlah sesuatu yang mudah. Saya ingat salah satu kalimat dalam novel yang ditulis oleh Anak S-E-N dengan judul Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur: "Keberuntungan dapat mengantarkan orang ke puncak, tapi hanya orang-orang yang memiliki karakter yang akan mampu bertahan di puncak."

Mengapa mental menjadi penting? Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan dari lapangan, seorang agen/fasilitator/officer pengembangan masyarakat butuh kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa bersitatap dengan berbagai stakeholder maupun shareholder. Tidak hanya dengan masyarakat yang akan dihadapi tetapi juga dengan pihak pemerintah, LSM/NGO, perusahaan-perusahaan mitra, atau pun dengan internal manajemen. Kepercayaan diri yang tinggi (tapi tidak berlebihan) akan membantu kita untuk bisa berinteraksi secara baik dengan pihak lain. Mental juga berhubungan dengan tanggungjawab, seseorang yang bermental 'baja' akan menjaga kredibilitasnya dengan baik melalui pelaksanaan tanggungjawab yang dia emban. Menjadi agen ComDev akan dihadapkan dengan tanggungjawab yang besar karena selain bekerja untuk kepentingan perusahaan (materi), ia juga bekerja secara moral untuk masyarakat.

Nah, itu tadi tentang mental, lalu hal lain yang perlu dipersiapkan apa lagi?

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan yaitu aspek internal dan eksternal. Aspek internal berhubungan dengan kondisi pribadi individu yang akan terjun ke masyarakat dan aspek eksternal adalah lingkungan tempat dimana ia akan tinggal.

Aspek Internal

Selain mental, sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelumnya, aspek internal yang harus dipersiapkan oleh calon fasilitator adalah:

1. Keterampilan bahasa daerah
    Indonesia merupakan negara dengan kesukuan yang majemuk serta heterogen. Kondisi itu menyebabkan terdapat beragam bahasa daerah yang digunakan sebagai dialek lokal di komunitas. Sebagai fasilitator pengembangan masyarakat, alangkah baiknya jika berusaha menguasai bahasa setempat. Hal tersebut guna mewujudkan kedekatan dengan masyarakat lokal (dekat melalui bahasa). Masyarakat akan menerima kita sebagai 'bagian' dari mereka.

2. Pemahaman tentang cara fasilitasi yang tepat
    Pepatah mengatakan: dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Seorang fasilitator tidak bisa memaksakan bentuk fasilitasi yang dia pahami di bangku kuliah atau pun cara yang diterapkan di tempat lain. Sebab setiap masyarakat memiliki karakteristik masing-maisng yang unik. Jadi fasilitator dituntut untuk menjadi kreatif dalam mencari cara fasilitasi.

3. Kreatifitas mendesain sebuah bentuk fasilitasi
    Desain fasilitasi harus bersifat luwes, tidak kaku, dan bisa menjadi arena pembelajaran baik bagi masyarakat maupun fasilitator. Semakin luwes dan bisa dinikmati, maka program yang dijalankan pun akan di'miliki' oleh masyarakat.

4. Keterampilan komunikasi
    Komunikasi adalah kunci di berbagai kehidupan. Interaksi sosial tidak akan berjalan mulus tanpa komunikasi yang baik. Nah, keterampilan komunikasi ini tidak sekedar 'bisa bicara' tetapi juga kemampuan untuk mempersuasi lawan bicara yang dalam hal ini adalah masyarakat yang akan dikembangkan.

5. Keterampilan mengoperasikan kendaraan (motor/mobil)
    Ini keterampilan yang bisa dikatakan wajib bisa, sebab biasanya kita harus menjangkau jarak yang cukup jauh. Nggak mungkin kan jalan kaki atau minta tolong sama orang terus.

6. Keterampilan mengoperasikan komputer
    Jadi fasilitator juga harus melek teknologi, komputer sangat diperlukan untuk erbagai keperluan. Misal pembuatan materi melalui power point, pembuatan press release, atau pun untuk kepentingan menyimpan data. Fasilitator jangan hanya punya keterampilan minimalis MS. Office, baiknya ada keterampilan pendukung misalnya foto atau video editing atau pun keterampilan software yang lainnya.

7. Keterampilan menyanyi & memainkan alat musik (addition)
    Ini keterampilan tambahan, tapi penting juga lhooo :).. Jangan terlalu kaku menjadi fasilitator, ada kalanya masyarakat mengadakan hajatan berupa pentas seni atau dangdutan. Bakal asyik tuh kalau fasilitator ikut tampil, masyarakat akan semakin jatuh cinta (lebay ya..)

Itu tadi tentang aspek internal, untuk aspek eksternal yang perlu dipahami adalah:

1. Informasi tentang lokasi penempatan
    Sebelum berangkata ke lokasi dimana kita akan menjadi Agen ComDev, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah tentang lokasi diaman kita akan ditempatkan.Informasi bisa diperoleh dari instansi yang menempatkan kita, dengan cara googling, atau pun membaca buku.

2. Pemahaman tentang kebudayaan masyarakat setempat
    Setiap masyarakat memiliki tata aturan yang berbeda, misalnya kita ditempatkan di masyarakat Nias maka kita harus tahu bagaimana kebuadayaan orang Nias. Demikian juga ketika kita ditempatkan di masyarakat Dayak, Bugis, atau pun Karo, dll.

3. Informasi teknis
    Informasi teknis berhubungan dengan informasi mengenai kondisi lapang (lokasi pasti tempat kita akan ditempatkan). Informasi tersebut misalnya berupa akses jalan ke lokasi, provider yang bisa digunakan, sarana transportasi, keterjangkauan dari pasar,dll. Hal-hal tersbeut penting diketahui supaya kita bisa menyiapkan 'amunisi' dan siap menuju 'medan perjuangan'.

4. Peralatan individu yang harus dibawa
    Peralatan individu yang harus dibawa tergantung dengan kebutuhan. Yang harus diperhatikan misalnya obat-obatan pribadi, baju hangat, sepatu, dsb. Peralatan pribadi harus disiapkan sejak awal, jangan sampai nanti keteteran saat sudah di lapangan.

Itu dulu deh, Good Luck buat kita semua :)