Minggu, 18 September 2011

Hadiah dari Kawan, Sebuah Testimoni oleh Faris Priyanto

Setiap Hari Adalah Hari Kejujuran Sedunia: Tentang Asih by Faris Priyanto

Waktu pemilihan Duta FEMA 2009
Sebagian orang mengukur kehidupannya dari seberapa banyak harta yang dia punya. Sebagian lain mengukur kehidupannya dari kebahagian dan persahabatan, sementara sebagian lain dari besarnya pahala yang dia buru dari waktu ke waktu. Gw mengukur kehidupan gw dari berapa banyak orang yang mengukur kehidupannya, melalui kehidupan gw.

Berat rasanya untuk berusaha menjadi orang yang kuat dan dewasa sepanjang waktu, terutama saat kita berada pada titik terlemah yang ngebuat kita seakan ngga berdaya. tapi gw yakin lw adalah satu dari sedikit orang yang bisa tegar bertahan meski seisi dunia seolah hendak melawan. Dan terus terang saja, gw menjadikan diri lw sebagai ukuran buat diri gw.

"kalau hari ini kita pergi ke tempat yang sama dengan kemarin, melakukan hal-hal yang sama, bertemu dengan orang-orang yang sama, bukan berarti kemarin telah kembali untuk kita. Masa lalu tak pernah diciptakan untuk diputar ulang".  Tapi melupakan masa lalu rasa-rasanya adalah hal paling berat yang harus dilakuin buat orang kaya gw, yang setengah dari masa depannya terjebak di dalam masa lalu yang gelap dan ga pernah bisa dijangkau. Gw menemukan kekuatan untuk beranjak dari masa lalu saat gw melihat cerminan diri lw yang juga "terjebak" di masa lalu tapi mencoba menapaki masa kini dengan tegar dan bijaksana. Dan hal inilah, yang sekali lagi,, membuat lw berbeda.

Asih adalah wanita yang ketika dia berbicara, setiap orang akan diam dan mendengarkan karena luluh oleh kharisma yang terpancar dari intonasi suara dan tatapan mata yang simpatik sekaligus tajam menusuk. Dia mampu menggerakkan orang yang memilih diam dengan satu dua kalimat singkat, seperti angin yang melintas sekelebat tapi mampu memberi pukulan hebat. Gw pun baru menyadari kalau tiga tahun ke belakang, ternyata cuma ada dua wanita yang bisa ngebuat gw ngelakuin sesuatu yang ga mw gw lakuin: salah satunya adalah lw.

Mungkin saat ini lw lagi duduk di atas pesawat yang ngebawa lw jauh dari sini, dan seandainya lw bisa milih tempat duduk, pasti lw akan memilih duduk di samping jendela dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, berusaha nahan segenggam rasa kehilangan sambil ngeliatin laut dan awan2 yang menggumpal kaya kerupuk. Tapi,,, mungkin ngga selebai itu juga. Bisa jadi lw lagi tidur di tempat duduk di manapun itu, sambil mengumpulkan tenaga buat sampai di tempat tujuan karena pagi tadi lw makan saur dengan sedikit nasi pake sayur  tanpa daging tanpa  buah dan tanpa segelas susu. Yeah,, di samping romantis dan filosofis, lw juga punya sisi praktis dan sinis yang ga lucu dan kadang nyebelin juga.

Gw yakin akan selalu ada sesuatu dari diri kita yang terekam di benak orang lain, membentuk persepsinya yang khas tentang kita,, dan meskipun kita udah jauh berubah, selamanya orang itu akan mengingat kita dari perspektif yang itu-itu juga.

Dua bulan serumah ama lw, intan n ayu waktu kita kkp dulu ngasih gw pelajaran yang luar biasa tentang menerima diri sendiri dan menerima orang lain. Dan tentu saja, ngebentuk persepsi gw yang lebih dalam tentang kalian. And you know what?? You have to proud of your heart. It's been played, stabbed, cheated, burned and broken, but somehow still works. Damn it's hard,,,! but I know you'll be stronger and learn much more than before..!!

Saat gw dkk maen ke rumah lw di banjar, gw pergi ke kebun salak sama bokap lw dan dia cerita tentang ketidakberdayaannya mengatasi tekad dan kemauan anaknya yang keras kepala ini. Tapi gw mengerti sekali kalau dia benar-benar bangga punya anak kaya lw, sama seperti lw juga bangga punya bapak seperti beliau. Kalian adalah keluarga yang unik, dengan orang-orang luar biasa yang selalu berusaha ngelakuin hal-hal luar biasa dalam hidupnya. Damn I feel jealous to your family!!

Gw ga bisa mendeskripsikan lebih banyak tentang diri lw, karena selain ini udah siang dan gw belom mandi,, gw juga takut menulis catatan ini akan semakin berat (yeap,,memang lebai..!). tapi lw pasti masih inget perbincangan2 kita tentang banyak hal, dan lw bisa menyimpulkan sendiri apa yang mau gw sampein tentang diri lw saat ini..

Hahaha,,sebenernya gw pengen ngasih sedikit nasihat, kata pengantar, prolog, wejangan, bahkan pidato kenegaraan kalau memungkinkan, tapi entah bagaimana gw ngerasa lw selalu lebih tau apa yang harus lw lakuin dibanding dengan orang lain. Gw bisa berlagak sok dewasa dan sok bijak seolah gw ini santo yang dikirim Tuhan untuk mengabarkan kebaikan pada umat manusia, tapi bagiamanapun gw cuma orang biasa. gw akan menutup sesi kejujuran ini dengan suatu pengharapan yang sangat besar, agar lw mendapatkan yang terbaik dari Tuhan, dan mendapatkan apa yang lw butuhkan, bukan apa yang lw inginkan.. Dan akhirnya, gw cuma ingin bilang,,

"you can change, or stay the same. But I hope you can make the best of it"
Take care, dear.. We love you