Rabu, 22 Juni 2011

Love Music, Love Life [1] ChiMotz Gilbert Rockn’tolz

Ketika berbicara soal musik, maka yang terlintas dalam benak kita: musik itu suatu seni, bentuk kesenian yang dinikmati dengan perantara indra pendengaran. Secara gamblang musik dikatakan sebagai media yang bisa digunakan untuk banyak tujuan, sebagaimana diungkapkan oleh Aristoteles, musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Setiap individu memiliki tujuan yang berbeda dalam menikmati atau pun menyikapi musik. Banyak jenis musik yang berkembang hingga saat ini, kekayaan jenis musik tersebut disebabkan para aranger banyak menciptakan pola-pola baru dengan mengkombinasikan beberapa jenis musik sekaligus.

ChiMotz Gilbert Rockn’tolz, seorang pemusik yang mengangkat musik pada umumnya dan menjadikan musik sebagai suatu hal menyenangkan yang bisa dilahirkan dalam situasi apa pun. Tidak ada kosakata bahwa jenis aliran musik tertentu lebih baik dari jenis musik lainnya, sebab apresiasi terhadap musik itu bebas. Apresiasi tersebut berlaku bagi siapa saja, bagi pemusik maupun penikmat. Seorang pemusik maupun penikmat musik yang bijak adalah mereka yang tidak melakukan tindakan saling mencerca antar aliran musik, atau sering bisa disebut fanatisme musik yang berlebihan. Tidak hanya dalam interaksi antar orang yang perlu toleransi, bermusik dan mengapresiasi musik juga perlu saling menghargai.

Seorang pemusik, siapa pun dia, akan tergerak untuk menciptakan karya-karya yang biasanya berasal dari hasil kontemplasi atas fenomena-fenomena yang terjadi di sekitarnya. Musisi, diberikan kepekaan terhadap nada yang pada akhirnya tersusun apik menjadi sebauah alunan musik. Salah satu hasil perenungan ChiMotz Gilbert Rockn’tolz yang membuahkan susunan nada adalah karya berjudul Your Smile. Karya ini membawa unsur etnis yang didapat dari suara perkusi, alat musik ini berasal dari Afrika. Tidak hanya sumber bunyi yang berasal deri jenis alat musik tradisional, dalam komposisinya karya ini juga menyisipkan unsur musik sunda yang bisa ditemui di bagian interlude. Selain itu, ChiMotz Gilbert Rockn’tolz yang mengagumi Paul Gilbert sebagai idolanya dalam bermusik juga mengimbuhkan nada jazz ke dalam karya ini. Baginya, jazz adalah karya yang penuh dengan improvisasi. Dengan membawa filosofi hidup yang terus berkembang dan penuh dengan perkembangan dan perbaikan, karya Your Smile ini disuguhkan sebagai musik yang membawa gaya improvisasi dan kombinasi dari beberapa jenis musik.

Penilaian terhadap karya Your Smile ini sepenuhnya adalah hak para penikmat musik, apakah akan dijadikan sebagai media rekreasi, informasi, atau pun media yang lain sesuai dengan tujuan seseorang menikmati. Yang jelas, menghargai musik itu seperti menghargai manusia, tidak ada satu pun yang mutlak unggul karena setiap jenis memiliki karakter dan keunggulannya masing-masing. Siapa pun khalayaknya, jenis musik apapun yang diapresiasi, hendaknya menggunakan kombinasi bijaksana dalam melakukannya. Bijaksana dalam bermusik, bijaksana dalam menikmati musik, bijaksana dalam hidup. Love Music, Love Life.


[1] Disunting oleh Turasih, atas permintaan ChiMotz