Jumat, 27 Mei 2011

Untuk Sahabatku... Aku Rindu Masa-Masa Itu

Apa yang telah terjalani serasa berlalu begitu saja. Keceriaan, tawa, sukacita, dan segala sesuatu yang membuatku lupa dengan kesedihan kini sudah berlalu. Bahkan ketakutan, rasa was – was, khawatir, yang kerap kali membuatku benci dengan duniaku, kini pun berlalu. Seakan semua menjadi tuntas, bahkan dengan perasaanku terhadap mereka. Mereka yang dulu membuatku bisa berpikir bahwa di sekitarku terdapat banyak orang yang ceria. Mereka juga menyadarkanku, jika ingin menang, maka kita harus berkompetisi. YA! Mereka adalah teman – temanku. Teman – teman yang selama ini mau menerimaku di samping mereka. Mereka sahabatku.

Sobat, kita pernah merasakan apa yang mungkin orang lain di luar dunia kita tidak merasakannya. Kau ingat waktu masa orientasi, ah...aku sendiri merasa bagai orang bego sedunia yang mau saja menuruti perintah senior. Ingatkah?

Sobat, kita juga punya kenangan yang sedikit banyak membawa kita menapaki masa yang benar – benar berharga. Ketika mereka, senior angkuh, membentak kita. Mungkin mereka berpikir kalau kita tak bisa apa – apa. Dan ingatkah? Ketika kita semua melawan mereka lalu kita merasa menang sebagai adik kelas? Ya saat itu adalah saat kompetisi basket.

Sepenggal cerita kelas sepuluh tadi baru sebagai langkah awal perjalanan kita. Di sebuah rumah singgah yang membuat kita tahu bahwa ternyata jika ada aksi maka timbul reaksi. Membuat kita tahu bahwa ternyata bahasa Al-Qur’an itu sungguh indah. Jika saja kita tak menginginkan masa depan kita, mungkin kita akan memilih tempat singgah itu sebagai rumah kita.

Lalu ketika mulai melangkah lagi ke sebuah tangga yang lebih tinggi. Kita mulai sadar mengapa para senior itu berlagak angkuh di depan adik kelas. Saat ini kita butuh pengakuan. Kita merasa bahwa itu adalah eksistensi diri yang perlu penyesuaian dari mereka, mereka yang kadang tak megerti.

Untuk semua sahabat yang selalu menjadi bintang dalam hidupku, membentuk rasi yang begitu indah.... Aku rindu kalian semua....