Jumat, 27 Mei 2011

Semua Indah Pada Waktunya

Senin, 13 April 2009

Kumat melankolis pagi ini, nggak terelakkan lagu-lagu Samson gw putar di winamp. Romansa Cinta, Kenangan Terindah, Bukan Diriku terus diulang sampai waktu habis mau berangkat kuliah.

Di jalan, minggir-minggir ngehindarin angkot malah mau muntah liat tikus mati.

Di kelas, nggak ada kuliah akhirnya ngobrolin message appeal pesan partai sama seorang teman.

Tapi bukan itu intinya, hal yang lalu sebagai 'sejarah' telah lewat sebagai sebuah pelajaran, tinggal bagaimana kita mengambil ibrahnya. Ternyata tetap saja, untuk menguatkan hati dan menerima semuanya tak semudah membuat jus alpukat atau makan ice cream. Ada berbagai ganjalan yang menerpa, entah tangis atau pun tawa. Entah gila atau bijaksana. semua beradu satu dalam otakku ingin memenangkan posisinya masing-masing seperti Caleg yang rebutan kursi di parlemen. Mau dikata capek, wong ini proses hidup ya harus ada lika-likunya. Mau dibilang enjoy, ya gimana buntut-buntutnya kagak tahan tumpah juga.

Sebenarnya, ada satu keyakinan yang mendalam tentang sesuatu jika dijalani dengan ikhlas maka baik pahit, asin, asem, manis, sepet, hambar akan menjadi formulasi rasa yang enak. karena kita tak akan merasakan pahit selama kita belum tahu gimana itu manis. Dan terus begitu sebagai sebuah kausalitas. Buat apa ada tangis tawa? ada suka duka? ada sedih ceria? ada warna-warna? ada normal gila? ada benci cinta? kalo bukan sebagai sarana manusia untuk berpikir?

Jadi, mengapa kusampaikan lagu Samson yang melow, tikus mati yang bau, sampai persoalan materi kuliah? bagiku itu analogi yang cukup untuk menggambarkan bahwa di satu waktu saja manusia berpikir tentang banyak hal. Dan bukan hanya untuk satu manusia, tapi semua. Jadi, jika sejarah atau masa lalu dikatakan berat, maka katakan TIDAK untuk sebuah masa depan yang lebih baik. Pada hakekatnya memang manusia cenderung untuk selalu berpikir. Mengapa begini, mengapa begitu, ini itu, ini lagi, itu lagi. Heboh. Apa yang telah kita alami, atau sedang kita jalani, atau mimpi-mimpi masa depan yang sangat berarti, pada saatnya akan menjadi cetak biru yang indah bagi kehidupan kita. Tak perlu salahkan waktu, tak perlu salahkan keadaan (nebeng liriknya Drive 'Melepasmu') karena semua indah pada waktunya.