Jumat, 27 Mei 2011

Menghindarkan Diri Dari Perbuatan Dusta (Diterbitkan di Majalah TechnoMagZ, Fateta IPB Edisi 2)

Senin, 09 Februari 2009

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan senantiasa merlukan keberadaan orang dalam kesehariannya. Dalam kehidupsehari-hari, interaksi dengan oaring lain kadang-kadang tejadi kesalahpahaman atau percekcokan dikarenakan perkataan yang keluar dari mulut kita. Jika diibaratkan, kata-kata memang biasa lebih tajam dari pedang. Luka karena tersayat masih mudah disembuhkan, namun luka karena perkataan kadang membekas dan sukar untuk disembuhkan. Perkataan yang keluar dari mulut kita merupakan salah satu alat untuk berkomunikasi dengan orang lain dan itu tidak boleh seenaknya sendiri untuk dikeluarkan. Harus sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku serta tidak menyakiti perasaan orang lain.
Salah satu perkataan yang akibatnya bisa fatal dan mengganggu keharmonisan hubungan kita dengan orang lain adalah dusta. Berdusata termasuk salah satu penyelewengan lidah. Dusta merupakan penyakit yang jika tidak segera disembuhkan maka dampak negatifnya sukar untuk ditanggulangi. Jika kejujuran merupakan cerminan orang yang beriman maka dusta adalah cerminan orang munafik.
“Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa yang memiliki salah satu diantaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia meninggalkannya. Yaitu bila diamanati dia khianat, bila berkata dia dusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila berselisih dia membongkar rahasia.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih)

Pengaruh Buruk Dusta
Dusta mempunyai bebrapa pengaruh buruk. Seandainya hal ini disadari oleh para pendusta, pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya. Pengaruh buruk tersebut antara lain:
1.Menyebarkan keraguan diantara manusia
2.Terjerumusnya seseorang ke dalam salah satu tanda munafik
3.Tercabutnya barokah ketika berniaga
4.Hilangnya kepercayaan
5.Memutarbalikkan kebenaran

Bentuk-Bentuk Dusta
Semua dusta itu buruk, dan segala bentuk keburukan akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Beberapa bentuk dusta antara lain:
1.Bersumpah palsu agar dagangannya laris
2.Mengambil harta orang muslim dengan jalan sumpah palsu
3.Berdusta dalam hal mimpi

Cara Meninggalkan Dusta
Menyadari bahwa dampak negative dari dusta bisa merusak kondisi hubungan yang harmonis, menutupi kebenaran,maka dusta harus benar-benar dihindari. Di bawah ini disebutkan beberapa cara meninggalkan dusta:
1.Kita harus mampu menghadirkan keagungan Allah SWT dan memantapkannya. Dusta umumnya disebbakan oleh rasa takut terhadap hilangnya suatu kepentingan yang dijanjikan oleh syaitan. Sedangakn keyakinan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya akan mampu menghilangkan rasa takut ini.
2.Memiliki keyakinan yang mantap bahwa kerugian yang telah ditakdirkan untuk kita, mau tidak mau, akan terjadi, khususnya dalam urusan dunia yang membuat kita tamak dan bernafsu utnuk mengumpulkannya, sehingga menimbulkan dusta. Akan tetapi yakinilah bahwa kerugian dan keuntungan telah ditakdirkan Allah bagi kita.
3.Melatih jiwa, membiasakan diri melakukan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan untuk kita. Jangan berputus asa dan malas untuk memulai hal tersebut, karena segala urusan membutuhkan kesabaran. Cobalah hal itu untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam berdusta.

Demikian beberapa hal tentang dusta. Sesuatau yang sepertinya kecil namun akibatnya mampu menggerogoti sendi-sendi kehidupan kita. Okleh karena itu, untuk tetap mempertahankan eksistensi keimanan kita, hal tersebut harus dihindari.
(sumber: Bin Jaarullah, Abdullah. 1993. Awas! Bahaya Lidah. Gema Insani Press: Jakarta.)