Jumat, 27 Mei 2011

Manajemen Patah Hati

Sempat berbincang dengan seorang sahabat yang membuatku kembali berpikir bahwa hidup ini harus dinikmati. Nobody can disturb my peace mind.... Aku harus menghirup napas lega, ternyata hidup ini sulit tapi mudah. Hidup ini perih tapi indah. Hidup ini menyesakkan tapi membahagiakan. Hidup, hidup, hidup, hiduplah untuk kehidupan.
Aku menyadari akan arti kehadiran orang-orang yang men-support langkahku supaya terus terjejak di galangan hidup yang kadang begitu licin. Aku benar-benar menghargai arti kehadiran mereka. Sesaat, aku bangga, karena mereka aku ada. Tapi ada juga saat-saat aku berpikir, bahwa karena mereka aku ingin tiada. sebuah koherensi yang membingungkan.

Yah!!! hidup pada hakekatnya bergerak dari satu pilihan ke pilihan yang berikutnya. Dan ternyata aku harus melewati tahapan dari memilih itu. membuatku kacau, bingung, entah apa yang harus aku pilih. Tapi toh pilihan itu adalah proses dari perjalanan pengambilan keputusan. Akhirnya aku harus tetap memilih, memilih untuk ada atau tiada. Aku memilih untuk ada karena banyak orang bisa membuatku ada. karena banyak orang bisa membuatku mengerti dan bersyukur.
Pilihan itu tak lebih dari sebuah pilihan ada untuk patah hati atau ada untuk menguatkan hati. Aku bilang "Aku ada untuk menguatkan hati atas sebuah patah hati" alagh jan, cape' deh! sebenarnya aku kenapa?

Ada yang bisa bicara tentang manajemen patah hati? ya, untuk penguatan hati.
Aku ingin menyampaikan... buat kalian yang patah hati... KASIAN DEH LOE! Definisikan hatimu, apakah ka benar-benar patah hati. Analisis penyebabnya, mengapa bisa demikian, dan katakan TIDAK untuk patah hati. Lho Kok Gitu Seeh? ya iya lah, hidup ini terlalu indah untuk harus patah hati.
Mending pergi keluar rumah beli juz alpukat, bagi-bagi ma temen-temen kosan, habis itu baca komik Sinchan (aku paling sebel kalo disuruh baca komik). Kalo nggak nonton TV cari berita yang membuat kita membuka mata bahwa kita tidak sendirian dan kita masih bisa berada di kondisi yang lebih baik.

So nggak ada alasan untuk patah hati, karena hidup ini adalah proses.

Thank you so much for someone who give me more and more advices everyday before you say that thursday night was the last call.L.