Jumat, 27 Mei 2011

Kartu AS, Pakenya Suka-Suka

Pengalaman ini aku tulis sebagai tugas mata kuliah perilaku konsumen. My first task, tapi gara-gara aku presentasi tentang salah satu provider seluler ini, temen-temen pada bilang aku kayak sales... he he he nggak apa-apa si... tapi kan?

Dulu saat pertama saya menggunakan handphone, membayar sms sebesar Rp 300,00 masih terasa murah. Hal ini disebabkan rata-rata semua operator menerapkan tarif sebesar itu. Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya operator yang muncul maka persaingan harga pun terjadi. Mulai dari tarif nol rupiah sampai sekian rupiah. Yang kadang membuat saya berpikir, kalau operator menerapkan tarif nol rupiah lalu mereka mengambil untung dari mana? Tapi saya tidak mau ambil pusing karena saya sudah memilih operator yang menurut saya tepat yaitu Telkomsel. Bagi saya, operator yang satu ini tidak banyak mengobral janji musiman seperti operator lainnya. Telkomsel dengan tiga kartunya yakni kartu Hallo, Simpati, dan As dipercaya oleh khalayak karena pelayanannya. Selain sinyal kuat, menurut saya fitur-fitur yang ditawarkan juga menarik.

Di antara ketiga produk Telkomsel, saya memilih kartu As sebagai sarana untuk berkomunikasi. Awalnya memang saya menggunakan kartu dari operator lain, namun karena sering tulalit akhirnya saya berpindah menggunakan kartu As. Walaupun kadang saya tergiur dengan penawaran dan iklan produk lain, namun entah menggapa hati saya tetap terpaut pada kartu As. Bagi saya, kartu As itu memiliki sinyal yang kuat, sms murah, juga menerapkan tarif per detik untuk telepon. Selain itu banyak layanan yang bisa di dapatkan seperti call me, transfer pulsa, collect call, juga meminta untuk dibayarkan sms. Saat mengisi pulsa, pelanggan juga mendapatkan bonus sebesar sepuluh persen dari jumlah nominal pulsa yang dibeli.

Hal yang paling membuat saya geli selama menggunakan kartu As adalah ketika kartu saya terblokir tanpa sebab jelas. Waktu itu saya kelas 2 SMA. Saat itu saya tinggal di rumah kost bersama teman-teman yang lain. Ada kebiasaan kami ketika sedang santai atau tidak ada pekerjaan, yaitu menelpon ke costumer service Telkomsel. Walaupun tidak ada hal penting yang harus ditanyakan, kami tetap menelepon. Kadang iseng menanyakan kode nada sambung atau kode PUK. Suatu saat saya dan teman satu kamar tidak bisa tidak bisa tidur sampai larut malam. Lalu ide jail kami muncul dan akhirnya memencet tombol 116 di handphone. saat itu waktu sudah menunjukkan pukul satu lebih. Saat terhubung dengan costumer service, kami berdua cekikikan karena kami tersambung dengan operator pria yang suaranya terdengar sudah sangat mengantuk. Lalu saya bertanya tentang nada sambung pribadi, mulai dari bagaimana cara mengaktiifkan, biaya, masa aktif, juga beberapa kode lagu yang masih baru (biasanya lagu yang masih baru belum ada kodenya). Saya dan teman saya terus bertanya sampai sepertinya operator mulai kesal baru kami mengucapkan terima kasih dan sambungan pun terputus.

Keesokan paginya, saya melepas kartu As saya dari HP. Menggantinya dengan kartu lain yang merupakan produk Telkomsel juga. Namun, ketika saya memasang kartu As kembali, ternyata kartu ada tulisan sisipkan simcard di LCD handphone saya. Saya pikir HP saya error karena terlalu sering di buka tutup. Tapi setelah saya bawa ke tempat service HP, katanya bukan handphone saya yang rusak tapi memang kartunya yang telah terblokir. Saya kecewa sekaligus merasa aneh. Biasanya kartu akan terblokir karena salah memasukkan kode pin atau PUK, tapi saya tidak melakukan kesalahan itu. Setelah dipikir-pikir apa karena tadi malam saya menjahili operator yang mungkin tengah mengantuk ya?

Lepas dari pengalaman itu, saya tetap membeli kartu As kembali. Hingga saat ini saya tetap memakainya karena saya merasa nyaman dengan layanan dan sinyalnya yang kuat. Walaupun untuk pulsanya cukup ‘mahal’ jika dibandingkan dengan promo-promo yang ada sekarang namun bagi saya tetap kartu As yang bisa di pakai sesuka saya. Karena bonus yang didapatkan juga ada, selain itu untuk menghemat kita bisa ikut paket sms mania yang bertarif Rp 20,00 per sms dari harga sms utamanya sebesar RP 88,00. Untuk menelepon juga ada waktu tertentu pada siang hari mulai pukul 05.00-17.00 yang menawarkan tarif murah yaitu 6,5 rupiah per detik dari tarif utamanya RP 13,00. Bagi saya layanan kartu ini memuaskan penggunanya dan tidak mengobral janji-janji yang biasanya serentak dilakukan oleh operator-operator lain.