Jumat, 27 Mei 2011

Harapan Untuk Terus Berproses Atau Berhenti

Suatu malam saat sinyal tiba-tiba hilang, aku smsan dengan seorang yang kupanggil Kakak. Awalnya hanya obrolan ringan aja, tapi kelanjutannya cukup bermakna...

A: “Kayaknya Tuhan nggak mengizinkan supaya aku ngajak Kk’ jomblo, he he, buktinya tiba-tiba aja sinyal ilang.”

L:”Artinya kamu nggak bisa jomblo terus... harus mengejar cintamu yang nggak pernah nyakitin. Iqra’ dan raih....”

A:”Cinta yang nggak pernah nyakitin itu kalau kita kembalikan cinta tersebut pada yang di atas. Aku harus belajar semua itu, kalau cinta pada manusia pasti ada sakitnya. Apalagi bawa perasaan.”

L:”Hakikatnya cinta nggak pernah menyakiti, ketiadaan ikhlas yang menyakiti kita. Ikhlas di hatiku juga sedikit luntur, tapi itu yang membuat aku sedikit kuat. Aku yakin ada sebuah kejadian besar yang siap menungguku di depan.”

A:”Banyak ‘kejadian besar’ yang menunggu di depan. Kita hanya bisa meyakininya karena kita bukan Tuhan. Jika berbicara ikhlas, setiap orang pasti pernah merasa tidak ikhlas untuk kehilangan, karena itu butuh kesiapan.”

L:”Kehendak Tuhan sudah terturunkan pada manusia yang mengerti, tentang sejauh apa manusia itu berproses. BERHENTI/selesai atau terus berPROSES. Semakin baik input dan proses sudah dapat dijamin outputnya bagus.”

A:”Jika aku disuruh untuk memilih, maka aku memilih untuk terus berPROSES. Karena Tuhan merancang kehidupan sebagai sebuah proses. Seperti pohon yang tumbuh dan selalu berujung pada sebuah titik saat segala sesuatu akan berhenti.”

L:”Iya, tergantung bagaimana kamu mengartikulasikan apa itu proses, proses nggak ada yang muda, butuh banyak air mata dan kesabaran untuk mendapat kebahagiaan hidup.”

A:”Kk’ bisa berbicara seperti itu, lalu kenapa Kk’ menganggap diri Kk’ jahat dan hancur?”

L:”He he he... itu membuatku semangat, aku berucap tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Banyak sekali yang nggak tahu karakterku. Aku nggak akan mati sebelum aku buat sesuatu yang besar dan baik. Aku hidup untuk itu, kamu De’?”

A:”Mottoku, hidup nggak sekedar menunggu mati tapi hidup untuk berprestasi. Prestasiku adalah ketika aku bisa bermanfaat dan membahagiakan orang lain. Aku akan mati dan orang akan mengenangku sebagai bagian dari kebaikan mereka.”

L:”Aku berdoa untukmu dan kutunggu prestasimu. Aku orang pertama yang akan kasih selamat.... Jiwa seperti itu yang kuharap darimu.”

A:”Makasih ya K’ karena harapan itu membantu untuk mengubah mimpiku menjadi kenyataan. Aku janji nggak akan menjadikan harapan itu sia-sia. Karena aku telah dipercaya, kepercayaan itu tidak mudah didapat.”

Sekilas itu hanyalah hal biasa saja yang mungkin banyak orang bisa mendiskusikannya kapan pun mereka inginkan. Tapi bagiku... ada semangat yang tersirat dalam setiap karakter yang diketikkan dalam pesan itu. Bisakah kau temukan maknanya?