Jumat, 27 Mei 2011

Flash Back Masa Setelah Ujian Nasional

Ne tulisan aku bikin waktu baru keluar dari ruang ujian, langsung deh ngacir ke warnet dekat sekolah. Nulis deh kayak orang bego yang habis kesurupan setan ujian. kemarin waktu buka-buka direktori di komputer bututku ternyata masih ada. ya mau dibaca atau nggak yang jelas tulisan ini membuatku menghargai sejarah. Ya minimal sebuah sejarah bahwa kau pernah mengalami masa-masa jenuh sebelum Ujian Nasional. Serta rasa takut nggak lulus ujian, bisa jadi bulan-bulanan masyarakat kalo aku smapai kagak dapat titel LULUS. Tapi Alhamdulillah, aku lulus dengan baik... dan sekarang sejarah sedang berjalan kembali..... Ceritaku waktu itu kurang lebih seperti ini:


Hari ini aku baru selesai Ujian Nasional. Cape'! Of course cape' lah. Secara hiperbolis anggap aja antara hidup dan mati. Temenku sampai bilang kalau kita semua ( angkatan kelas tiga di sekolahku yang ngikutin unas ) tuh mati dulu baru ngrasain sakit. Tapi aku nggak nerima sepenuhnya, walau dalam hati tentu aja ( nggak takabur ) aku merasa was - was banget soal hasilnya nanti. 16 Juni boooo... lama banget mbok? sampe bete atau mungkin malah lupa kalau lagi nunggu hasil ujian. Yah... sekarang tinggal ngandalin kekuatan doa.

Never mind! take it easy to facing the result later. But truly i'm afraid. Oh no! i can't imagine if i don't pass this final.

Walaupun rasa was - wasku seakan menggunung di hati ini ( tambah hiperbolis kaleee ) ya nggak tahu gimana rasanya mang di dalam sini kayak ada batu - batunya yang menyumbat pernapasanku. tetapi dengan keyakinanku aku meyakinkan diri bahawa aku pasti lulus. Aku harus membahagiakan my parents. Semua orang yang menyayangi aku sedang menunggu keberhasilanku. Aku harus mampu! Sempet juga kemarin dapet sms dari kakak kelasku yang intinya dia nyuport aku dengan berkata seperti ini " 17 tahun telah aku lalui ujian hidup, masa hanya ujian nasional yang hanya tiga hari saja aku tidak mampu". I think i agree with his statement. Later he will be my senior in IPB.

Ya! aku dah diterima di IPB jurusan komunikasi dan pengembangan masyarakat. Seneeeeeng banget rasanya ada satu beban yang udah hilang buat nyari PTN. Sebenarnya aku ingin menulis ini untuk sebuah cerpen, tapi rasanya aku sedang buntu. Sekarang aku cuma berpikir gimana caranya merefresh otakku dari kepenatan bahasa indonesia, matematika, dan bahasa inggris.

Semoga tulisan ini akan menjadi sebuah rangkaian biografi hidupku. Ya...aku berharap akan menjadi seorang public speaker yang excellent, jadi great writer, jadi istri yang solehah ( eleh...eleh, hari gini dah bilang mau jadi istri, tapi cita - cita dan rencana kan boleh ). Terus yang aku harapkan, aku penegn banget jadi menteri pemberdayaan perempuan. Kenapa geto ya ? Ya miris aja sama keadaan perempuan indonesia yang dari jaman bahaula hanya wara - wiri jadi TKW. Mirisnya lagi mereka cuma dapat gaji nggak seberapa plus yang nambah hati kita tersayat kalau kita mendengarnya adalah ketika mendengar mereka dianiaya.

Aku nggak mau bangsa indonesia cuma dicap " bangsa Pembantu " oleh negara lain. Kapan Indonesia mau maju dan bisa bersaing di pasar bebas 2010 kalau mutu SDM nya aja kayak yang kita ketahui sekarang. Mimpi kaleee yeee. Emang sih, semua kun fayakun. Kalu Allah sudah menghendaki kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. it's not impossible. Tapi usahanya sekarang? faktanya, alokasi dana alias uang negara aja kebanyakan untuk bencana lam dan juga disantap para koruptor. Aduh babe....untuk bisa bersaing kan perlu modal. Modal otak doang kan kurang jadi, harus juga ada suport dana. Tapi gimana ya??????! cape' deh!!!!!

****

Kemarin - kemarin sebelum pelaksanaan ujian nasional, aku ngrasa jenuh banget sama dunia formal. Ya...sekolah itu. aku jadi bingung sendiri, dulu aku study oriented banget. tapi saat aku butuh banget untuk bisa berpikir bahwa aku harus sukses, eh malah aku loyo. Sebel juga c. Tapi akhirnya aku bersyukur pula bahwa ternyata rasa itu bisa sedikit demi sedikit aku pupuk.

Selama ini yang aku pikirkan adalah bagaimana untuk mencapai sebuah kejayaan dari nama baik, kesuksesan dari nilai baik, terus apa lagi Ya ??? Lah intinya aku tuh egois banget. TApi berlahan - lahan keegoisan itu luluh juga ketika aku mendengar perkataan seorang adik kelas " kita tuh belum suksesz apabila kita belum bisa menyukseskan orang lain". Nah lo! jangan - jangan aku kayak gitu, sebenarnya kau belum suskses dari pa yang selama ini telah aku capai denagn susah payah. Mulai dari sini deh aku terbuka hatinya, makasiiiiih banget buat Isnaeni Rahmawati yang sudah " seara nggak langsung" ngingetin aku.

****

Kesannya tulisan ini melompat - lompat, tapi biarlah. Aku hanya ingin meredakan emosiku, membuat lega hatiku. Masih rada stress juga gara - gara unas.

ADA JUGA SIH HARAPAN BAHWA TULISANKU AKAN DIBACA JUGA OLEH OANG LAIN. yA ELAH DICETAK HURUF BESAR ( YA BARANG KALI AJA YANG NGELIHAT LANGSUNG IBA (HE...HE...). semua serba mungkin termasuk dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Nggak salah donk apa yang udah aku tulis di atas kalau aku pengen jadi ini jadi itu, ya jadi the best lah. walau boleh dibilang aku masih kuper n kurin juga tentang apa yang aku impikan. Makanya, mulai sekarang cari - cari experience lah. Kalee aja bisa jadi dasar, apa bisa jadi sadar. Tapi ku tetap masih...ah...masih apa ya? ku juga bingung.