Jumat, 27 Mei 2011

3 Doa 3 Cinta (the last movie i saw)

Sekilas saya berpikir, film ini akan begitu fenomenal dengan kabar bahwa lebih dahulu duputar di luar negeri. Sampai teman-teman satu kostan menunggu saat diputar di bioskop. Saya mendahului mereka menontonnya. Interpretasi yang hadir saat mata saya fokus pada layar lebar di bioskop XXI adalah film ini ukup bagus dari segi alur yang maju mundur. Menceritakan perbedaan islam garis keras dan batasnya dengan paham yang damai. Menggambarkan kehidupan pesantren yang sederhana. Dari segi pengambilan gambar, film ini bagus dan cocok disebut sebagi film ‘ruang’ yang kadang begitu lama menampilkan suatu tempat. Seperti ketika menshoot pintu masuk makam, penonton sampai bosan menunggu ganti scene yang baru.

Tidak disesali 3 doa 3 cinta merupakan karya yang unik, hanya saja iklan yang terlalu mengekspos Dian Sasto memberi bias harapan bagi para penonton bahwa nantinya Dian Sastro akan banyak muncul. Tapi lepas dari hal itu, film ini unik. Susah ditebak. Kisah perjalanan 3 sahabat yang mempunyai doa yang berbeda-beda. Huda yang ingin menemukan ibunya, Ryan yang ingin menjadi pembuat film, dan Syahid yang mengharapkan bisa mati Syahid. Mungkin iklannya lebih tepat jika ketiga sahabat itu yang ditampilkan.