Jumat, 27 Mei 2011

MENGEMBANGKAN TECHNOPRENEURSHIP MELALUI GRASSROOT INNOVATION MANAGEMENT (tulisanku di rubrik technopreneur majalah TECHNOMAGZ FATETA IPB edisi 2)

Biodata

Nama : Prof.Dr.Ir. Endang Gumbira MA.Dev

Agama : Islam

TTL : Subang, 21 Mei 1955

Pendidikan : S1 Teknologi Hasil Pertanian, 1978 (Institut pertanian Bogor)

S2 Food Chemistry and Microbiology, 1983 (University of Ghent)

S3 Teknik Kimia, 1992 (University of Queensland)

Seperti kata pepatah “ilmu padi semakin berisi semakin merunduk”, begitulah sosok bersahaja Prof.Dr.Ir. Endang Gumbira MA.Dev . Bapak yang biasa disapa Egum ini adalah salah satu Guru Besar di Institut Pertanian Bogor. Beliau mempunyai prinsip bahwa orang yang baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Prinsip ini mengantarkan beliau untuk menggagas sebuah pemikiran yakni pengembangan Research and Development melalui Grassroot Innovation Management. Pemikiran ini telah dipresentasikan di Bappenas. Sebenarnya Grassroot Innovation Management bertitik tolak dari bagaimana mengisi perkembangan ekonomi Indonesia di tahun 2030. jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Brazil, Rusia, India, China, Meksiko dan Thailand, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang banyak. Sehingga untuk memajukan perekonomian Indonesia dapat dilakukan dengan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dengan basis pertanian dan pembinaan sumber daya manusia menjadi technopreneurship.

Pada dasarnya technopreneurship dibagi ke dalam tiga komponen yaitu agrotourism, agroindustry, dan agribisnis. Dengan agrotourism, Indonesia bisa dikemas semakin cantik dengan sumber daya yang ada dimanfaatkan menjadi daerah wisata. Melalui agrotourism ini akan diperoleh suatu kepuasan rohani bagi para wisatawan. Selain itu Indonesia akan semakin terkenal baik dari segi geografis maupun budayanya. Agroindustry berfokus pada berbagai produk bernilai tambah tinggi, mutu produk yang tinggi, serta energi untuk biofuel. Semua itu akan memberikan dampak positif bagi pendapatan negara atau devisa. Selanjutnya adalah agribisnis, jenis technopreneurship yang ketiga ini fokus pada produksi dan produktivitas suatu komoditas. Agribisnis lari pada ketahanan pangan dan energi.

Technopreneurship dibentuk oleh 2 komponen yaitu universitas dan industriawan. Universitas mendapakan hasil penelitian, dalam hal ini disebut sebagai technologipus. Sedangkan Industriawan disebut sebagai marketpull. Belum bisa dikatakan sebagai technopreneur jika hanya menjadi technologipus atau marketpull saja, keduanya harus saling mendukung. Karena suatu produk tidak akan berkembang jika tidak dipasarkan atau dikomersialkan.

Sosok yang pernah memimpin Magister Management IPB selama 10 tahun ini ingin melakukan research tentang technopreneurship melaui UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan membangkitkan tiga komponen technopreneurship yang telah disebutkan untuk meningkatkan devisa. Saat ini beliau tengah membantu UNESCO membuat modul tentang GRIM (Grassroot Innovation Management). “Supaya Indonesia dan juga IPB lebih terdengar di luar negeri” tuturnya mengenai pembuatan modul untuk UNESCO ini. Menurut Pak Egum, Grassroot Innovation Management cocok diterapkan di Indonesia.

Dalam prosesnya, research berlanjut pada development (pengembangan) kemudian ganda skala (pengadaan dalam jumlah banyak) dan diakhiri dengan komersialisasi. Namun kenyataan yang terjadi, terutama di Indonesia, masih lemah pada tahap ganda skala. Untuk peningkatan tahap ini diperlukan pengadaan bengkel kerja atau workshop. Di bengkel kerja tersebut akan dibentuk para technopreneur yang handal yang tidak sekedar mengasai teknologi saja tetapi bisa berinovasi dan memasarkannya. Begitu juga untuk IPB, workshop harus dikembangkan supaya bisa terus mengembangkan sesuatu yang kecil untuk menjadi juara. Tidak berhenti pada penelitian semata.

“Research and Development harus diisi oleh orang-orang terbaik” ucap pak Egum penuh semangat. Menurut beliau, mahasiswa sekarang harus bisa menjadi lebih baik dan mengejar yang terbaik karena telah mendapatkan pelajaran tentang technopreneur lebih banyak. Hal tersebut harus dimanfaatkan agar mahasiswa tidak sekedar menjadi entrepreneur yang ‘sekedar’ mencari peluang, tapi menjadi technopreneur yang bisa menguasai teknologi dan mempunyai standar inovasi yang tinggi.

Guru besar yang karyanya sudah banyak dipublikasikan ini masih merasa belum berhasil sehingga beliau selalu berpikir untuk terus belajar dan mereview berbagai fenomena yang terjadi. Beliau mempunyai keinginan untuk mengubah image tentang LITBANG yang selama ini diplesetkan menjadi lembaga yang sulit berkembang akan bisa diubah menjadi lembaga yang elit dan membanggakan. Hal ini akan terwujud jika lembaga tersebut diiisi oleh orang-orang yang terbaik.

Terakhir, ketika ditanya tentang parameter keberhasilan menurut beliau, ada beberapa hal yang disampaikan. Untuk bisa menjadi orang yang berhasil jika ditilik dari sudut pandang manajemen maka kita harus fokus, efektif, dan efisien. Sedangkan jika seorang technopreneur ingin berasil dalam menciptakan kerajaan bisnis, maka dia harus fokus, kerja keras, dan rasional. Setiap tindakan harus dilakukan dengan niat yang benar, bersungguh-sungguh dan ulet dalam menggelutinya, serta masuk akal (bekerja dibarengi dengan doa). Kiranya kita semua dapat memetik beberapa tangkai pelajaran dari pengagum Nabi Muhammad saw, Prof. Norman Bourloug, Prof. Muhammad Yunus, dan Nelson Mandela tersebut. Beliau begitu semangat untuk belajar dan terus mengembangkan Research and Development untuk memajukan Indonesia. (ash)

3 Doa 3 Cinta (the last movie i saw)

Sekilas saya berpikir, film ini akan begitu fenomenal dengan kabar bahwa lebih dahulu duputar di luar negeri. Sampai teman-teman satu kostan menunggu saat diputar di bioskop. Saya mendahului mereka menontonnya. Interpretasi yang hadir saat mata saya fokus pada layar lebar di bioskop XXI adalah film ini ukup bagus dari segi alur yang maju mundur. Menceritakan perbedaan islam garis keras dan batasnya dengan paham yang damai. Menggambarkan kehidupan pesantren yang sederhana. Dari segi pengambilan gambar, film ini bagus dan cocok disebut sebagi film ‘ruang’ yang kadang begitu lama menampilkan suatu tempat. Seperti ketika menshoot pintu masuk makam, penonton sampai bosan menunggu ganti scene yang baru.

Tidak disesali 3 doa 3 cinta merupakan karya yang unik, hanya saja iklan yang terlalu mengekspos Dian Sasto memberi bias harapan bagi para penonton bahwa nantinya Dian Sastro akan banyak muncul. Tapi lepas dari hal itu, film ini unik. Susah ditebak. Kisah perjalanan 3 sahabat yang mempunyai doa yang berbeda-beda. Huda yang ingin menemukan ibunya, Ryan yang ingin menjadi pembuat film, dan Syahid yang mengharapkan bisa mati Syahid. Mungkin iklannya lebih tepat jika ketiga sahabat itu yang ditampilkan.

Abad Prahara Ramalan kehancuran Ekonomi Dunia Abad Ke-21 (Resensi Buku Untuk TechnoMagz Edisi II, Bagian 2)

Judul : Abad Prahara
Ramalan kehancuran Ekonomi Dunia Abad Ke-21
Penulis : Alan Greenspan
Penerjemah : Tome Beka
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2008
Halaman : 555 + xxviii
Harga : Rp 100.000,-

Pada bulan Oktober 2008, dunia digegerkan dengan isu krisis keuangan global. Ternyata hal tersebut bukanlah sekedar isu isapan jempol. Perusahaan
Keuangan Amerika bangkrut karena investasi mereka tidak mampu
menghasilkan hasil yang kompetitif seperti yang dijanjikan. Sebagai negara adikuasa, keadaan negara yang seperti itu berpengaruh pada kondisi ekonomi dunia. Resesi ekonomi sebesar itu belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika. Seperti yang terungkap dalam buku ini, sebuah otobiografi Alan Greenspan. Di dalamnya dibahas tentang sepak terjang penulis selama masih menduduki jabatannya sebagai ketua Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika periode 1987-2006. Ia telah memandu ekonomi melewati era kekacauan menuju tingkat pertumbuhan yang luar biasa. Di bawah pengawasannya, ekonomi Amerika Serikat hanya mengalami dua resesi singkat. Greenspan layak dinobatkan sebagai pejabat publik yang sukses.

Buku ini cocok sebagai sebuah referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui bagaimana sosok Alan Greenspan dalam menuntun arah ekonomi Amerika Serikat. Serta sebagai sebuah bacaan yang cocok bagi kalangan ekonom, akademisi, dan siapa pun yang ingin mengetahui tentang ekonomi Amerika Serikat dan mengapa sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Selamat membaca!

CHAMP!ON 101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati (Resensi Buku untuk TechnoMagz Edisi II, Bagian I)

Judul : CHAMP!ON

101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati

Penulis : Darmadi Darmawangsa

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Terbit : Agustus 2008 (Cetakan ke-6)

Halaman : 336 + xxiii

Harga : Rp 99.800,-

Hidup laksana sebuah arena pertandingan. Siapa mampu bersaing maka dialah yang akan menjadi juaranya. Setiap manusia pastinya ingin memperoleh kesuksesan dalam hidupnya. Namun rasa lelah, mudah mengeluh, putus asa, dan menyerah begitu saja kadangkala menjadi penghambat seseorang untuk menjadi sukses dan muncul sebagai pemenang. Manusia membutuhkan motivasi untuk dapat memompa semangatnya menuju kesuksesan itu. Sebenarnya motivasi itu tidak perlu jauh-jauh dicari karena banyak peristiwa di sekitar kita sebenarnya mampu dijadikan sebuah pelajaran untuk terus berusaha.

Buku yang ditulis oleh Darmadi Darmawangsa, seorang motivational speaker ini, di dalamnya bisa ditemukan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran dan motivasi. Penulis berusaha menuntun pembaca untuk memperoleh semangat dan selalu berpikir untuk menjadi pemenang. Champ!on menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Isinya yang berupa inspired story, refleksi diri, teguran, serta cara berpikir mengenai tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan memberikan cara perenungan tersendiri bagi pembaca. Ada 101 pelajaran untuk menjadi seorang juara yang dapat diperoleh dari buku tersebut. Selain itu pembaca juga dapat menuliskan apa yang ada dipikirannya dalam beberapa bab yang menyuguhkan latihan. Buku ini dilengkapi dengan CD yang menjelaskan tentang isi buku juga motivasi langsung dari penulisnya.

Buku ini tepat bagi siapa saja yang merindukan pencapaian kesuksesan yang besar. Cocok bagi siapa pun yang ingin menjadi juara dan ingin mendapat motivasi untuk mendukung pencapaiannya itu. Kesuksesan sudah selayaknya kita dapatkan, karena setiap orang dilahirkan untuk menjadi juara. Maka beranilah bermimpi, karena mimpi menuntun pada pikiran dan pikiran menuntun pada perbuatan. Selamat menjadi pemenang!

KML: Dari Bisnis Teri Kecil-Kecilan Sampai Eksportir Teri Terbesar Di Dunia (Tulisanku Untuk TechnoMagZ FATETA IPB Edisi 1)

Di era globalisasi ini kebanyakan orang termasuk mahasiswa, menghendaki sesuatu dengan cara instant. Sukses namun tanpa jerih payah yang nyata. Namun berbeda dengan sosok bersahaja, Muhammad Nadjikh, Owner dan CEO PT Kelola Mina Laut (KML). Beliau merintis salah satu perusahaan seafood terbesar di Indonesia mulai dari titik nol. Perusahaan yang didirikan Agustus 1994 tersebut, awalnya hanya perusahaan kecil dengan operasional yang apa adanya dan karyawan yang sedikit. Karena keuletan dan kesungguhan hati, saat ini PT Kelola Mina Laut (KML) telah mempunyai lebih dari 5000 karyawan.

Walaupun sempat menghadapi masa krisis moneter, 1998 silam, KML tetap eksis hingga saat ini. Bahkan pangsa pasarnya pun telah menjangkau seluruh dunia. “90% dari produk seafood KML diekspor ke seluruh dunia, mulai dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, juga Timur Tengah” jelas sosok yang ketika masih mahasiswa aktif di Himalogin. Sungguh luar biasa jika ditilik dari asal-usul KML yang diawali dengan bisnis pengumpulan ikan teri kecil-kecilan. Hingga sekarang mampu melesat jauh menembus pasar internasional. Bahkan KML tercatat sebagai pemasok ikan teri terbesar ke Jepang, dengan menguasai 70% pasar. Usahanya pun tidak hanya produk ikan teri (dry seafood). Tapi lebih bnyak lagi, yakni frozen shrimp (udang), frozen fish & chepalopode (berbagai jenis ikan), crabmeat product (daging rajungan) hingga olahan seafood siap saji dan berbagi jenis bakso seafood. Bahkan belakangan mulai merambah ke produksi jelly. Muhammad Nadjikh memulai bisnis dari nol dengan mengandalkan teman serta kejujurannya. Karena bergerak di bidang industri perikanan, maka beliau benar-benar melihat peluang dan kondisi industri perikanan ke depan seperti apa.

Dihubungi via telepon, lulusan Teknologi Industri Pertanian IPB tersebut mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi sekarang. Di masa yang sedang booming dengan istilah agroindustry sekarang ini, disayangkan sekali karena aktornya kebanyakan bukan dari IPB. Padahal, menurut beliau, lulusan IPB harusnya yang memajukan pertanian. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau memajukan pertanian Indonesia?” tutur beliau.

Nah, beliau juga berpesan untuk civitas IPB maupun alumni. Jangan takut untuk memulai bisnis dari nol. Untuk memulainya tentu saja harus pandai melihat peluang dan juga menghadapi tantangan. Apa gunanya prospek jika tidak jeli dan pandai menangkap opportunity? Kemudian beliau menghimbau, supaya kita tidak terlalu complicated dalam pola pikir. Berpikirlah simple dan sesederhana mungkin namun maksimal. Tidak perlu gengsi dengan teknologi terapan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia, jangan ‘ngoyo’ sama Hi-tech namun tidak sesuai jika diterapkan di Indonesia. Karena segala sesuatu perlu proses, jtidak perlu malu jika ingin memulai bisnis dari titik nol. Tekuni, jangan bosan, juga janganlah dilihat dari seberapa banyak uang yang kita terima, namun pengalaman berharga yang kita dapatkan.

Agaknya perlu mengutip kiat sukses beliau yang diungkapkan dalam buku 10 Pengusaha yang Sukses Mengelola Bisnis Mulai dari Nol karya Sudarmadi (penerbit Gramedia). Berikut adalah langkah dan kebijakan yang diungkapakan oleh Muhammad Nadjikh, Presiden Direktur Pt Kelola Mina Laut (KML).

1. Kalau ingin madiri dalam berwirausaha, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengetahui potensi dan prospek pasar dari produk atau jasa yang akan ditawarkan. Jangan masuk bisnis tanpa keyakinan pasar.
2. Dalam bisnis, modal tidak harus dari uang milik sendiri.
3. Ketika baru memulai langkahnya sebagai entrepreneur, jangan langsung berpikir akan mendapatkan untung besar. Yang penting usaha jalan dulu dan bias menutup biaya-biaya yang ada, khususnya buat menggaji karyawan.
4. Salah satu pemasaran yang efektif untuk mencari klien baru adalah dengan pola experiental marketing (ajak klien untuk melihat proses produksi).
5. Dalam menjalankan langkah-langkah pemasaran, mesti berorientasijangka panjang dan terus menjaga hubungan baik dengan para pelanggan.
6. Hambatan cultural, mental, dan psikologis seringkali menjadi kendala atau bahkan menjadi pemicu kegagalan dalam merintis usaha. Contohnya adalah perasaan gengsi. Sebgai entrepreneur kalau ingin sukses ia harus terjun ke lapangan, menawarkan ini-itu.
7. Jangan cepat puas dengan hasil yang diraih.
8. Dalam bisnis, sangat penting menjaga kepercayaan orang lain atau trust, khususnya soal janji pembayaran.
9. Seorang entrepreneur perlu membangun sistem imbalan (compensation and benefit system) yang layak, jelas, dan terencana sejak awal.

Demikianlah sosok Muhammad Nadjikh yang berhasil membuktikan bahwa beliau bisa membangun bisnis atas usahanya sendiri dan bukan warisan dari orang tuanya. Kiranya perjalanan beliau hingga sukses dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk meraih yang lebih baik ke depannya.

Untuk Sahabat (Special For A22'erZ TPB IPB 2007/2008)

Sampai jumpa kawanku

Semoga kita selalu

Menjadi sebuah kisah klasik

Untuk masa depan....

Sepenggal bait lagu yang didendangkan Duta SheilaOn7 itu membuatku menerawang ke masa dimana kebersamaan itu masih selalu melekat. Entah saat ini. Aku benar-benar merindukan waktu-waktu bersama mereka. Ada tawa, canda, rasa bahgia, sedih, berontak, dan rasa-rasa yang tak bisa diungkapkan karena semua itu menjadi kenangan yang terlalu indah untuk dilupakan. Mereka, manusia-manusia hebat yang mengajarkanku banyak hal tentang persahabatan. Teman-teman... aku merindukan kalian.

Aku masih ingat saat pertama kali masuk ke dalam kelas itu, rasanya seperti kandang macan yang kupikir aku tak kan pernah betah berada di sana. Apalagi untuk waktu satu tahun. Oh my God...itu waktu yang tidak singkat untuk merasa sakit hati.
Ada ribuan makna yang tak ada di dalam kamus apapun. Ada segunung rasa yang tak pernah menjadi gundul. Sahabat... adanya kalian adalah oase yang mengobati dahagaku akan kehadiran. Sahabat... untuk kalian... Aku Sayang Kalian Semua.