Rabu, 28 November 2018

Belajar Dari 5 Blogger Favorit

Hidup adalah tentang perjalanan. Perjalanan itu sendiri memiliki makna pembelajaran yang terus menerus, tidak pernah terputus seumur hidup. Belajar bisa dari siapa pun dan kapan pun, juga di mana pun apalagi di era digital sekarang ini. Belajar bisa dengan cara termudah melalui pemanfaatan teknologi. Tujuannya supaya kita terdedah informasi sekaligus bisa mengambil manfaat dari apa yang kita pelajari. Seperti belajar dari blogger. Belajar dari blogger ini sebenarnya seperti kita mendulang ilmu secara privat sebab apa-apa yang dicurahkan oleh blogger dalam blognya rata-rata adalah pemikiran subyektif, unik, dan spesial tentang jalan pikirannya.


Dari tantangan hari ke-9 Blogger Perempuan Network, saya akan sharing mengenai 5 blogger favorit saya yang tulisan-tulisannya setia saya baca, tidak selalu secara serius, tapi saya merasa ada banyak hal yang saya pelajari dari keunikan cara pandang blogger-blogger ini. Meskipun tantangannya dari Blogger Perempuan, tetapi blogger favorit saya tidak semuanya perempuan. Siapa saja sih?

1. Yusran Darmawan

Saya mengenal Mas Yusran ini di tempat kerja saya yang lama, beliau sepengetahuan saya adalah seorang penulis buku juga serta aktif menulis di berbagai kanal. Melalui blog pribadinya www.timur-angin.com, Mas Yusran berbagi mengenai sudut pandangnya mengenai peristiwa terkini (kebanyakan tentang situasi politik) namun dipandang dari sudut antropolog yang humanis. Tulisannya ngaliiiiir banget kayak mata air namun sekaligus bisa memberikan kritik-kritik tajam tanpa langsung menusuk. Apa yang saya pelajari dan masih terus saya pelajari dari cara Mas Yusran membuat tulisan? bahasa narasinya yang mengalir, prolog tulisan yang bisa melesat jauh berabad-abad silam namun tetap koheren dengan peristiwa masa kini, gambaran-gambaran tentang lansekap suatu tempat atau pun objek yang dibuat senyata mungkin. Dan, pilihan katanya yang luar biasa halus... salut banget saya. Jam terbang memang mempengaruhi kualitas seseorang.

2. Yunaidi Joepoet

Yunaidi Joepoet ini seorang travel blogger dimana ketika buka blognya kita bisa terpukau dengan karya tulisnya sekaligus foto-fotonya. Mas Yunaidi ini seorang fotografer juga. Beberapa kali saya temukan karyanya juga di majalah milik maskapai penerbangan. Awalnya saya tahu tulisan-tulisannya dari teman saya yang memberi tahu "ada ini travel blogger yang kece" dan saya buka link blognya di www,ranselkosong.com. Betul seperti disuguhi tulisan-tulisan berkualitas dengan gambaran foto yang juga dengan kualitas di atas rata-rata. Apa yang saya pelajari? Keseriusan, passion, dan detail. Sayang banget karena posting terakhirnya di bulan Desember 2017.

3. Maureen Hitipiew

Nggak nyangka banget kalau Kak Maureen ini dari Indonesia. Karena awal nemu blog nya itu dari link di pinterest. Pas baca-baca isi blognya, kemudian langsung jatuh hati sama sharingnya. Beliau ini founder komunitas Single Mom Indonesia, seorang single mom blogger yang bagi saya sangat open minded dan helpfull. Baru-baru ini beliau terpilih untuk mengikuti program leadership dari Facebook terkait dengan komunitas yang dibangun, Single Mom Indonesia (SMI). Kak Maureen banyak sharing tentang kehidupan sebagai single mom dan bagaimana beliau menemukan passionnya sebagai seorang blogger dan pekerja lepas. Nama blognya juga catchy banget www.scoopsofjoy.com.
Kak Maureen ini menurut saya keren banget, coba buka blog-nya, lihat layout-nya, tulisan-tulisan dalam bahasa inggris, duhhh jatuh cinta Kak!

4. Mira Sahid

Saya tidak tahu kenapa saya merasa menemukan sosok perempuan yang luar biasa di dalam diri Mba Mira Sahid ini. Beliau juga founder komunitas blogger yang namanya Kumpulan Mak Blogger (KEB). Mba Mira seorang single mom juga dan memutuskan menjadi seorang internetpreneur yang jam terbang blogging serta sharing tentang dunia digital sudah tidak perlu diragukan lagi. Mba, I adore you! Isi blog nya Mba Mira ini ringan dan terbaca sangat jujur. Beliau sharing tentang kegiatan, keseharian, juga personal. What i love about read her blog? kesederhanaan yang menggugah perasaan, membuat kita menyelami makna kejadian yang terjadi dalam diri kita dan belajar untuk mencintai diri sendiri. Be independent woman!

5. Langit Amaravati

Awal saya tahu blog nya Mba Langit adalah dari tulisan-tulisan personalnya yang berseliweran di instastory teman-teman. Siapa sih yang tulis, kok bagus? Pas saya telusuri ternyata punya Mba Langit. Huuu jeper banget deh kalau lihat blognya, sudah rapi, profesional, dan bisa banget jadi panutan dalam nge-blog. Mba... aku padamu.... Kalau baca kata pembukanya Mba Langit ini bikin speechless "Ambil apa-apa yang berguna, buang sepah dan lukanya. Sebab saya hanya perawi. Tugas Saya mengabarkan, bukan mengajarkan." Kenyataannya apa yang Mba kabarkan bermanfaat untuk saya dan pastinya pembaca lain.

Demikianlah (berasa nutup pidato) 5 blogger favorit yang jadi tempat belajar saya dalam banyak hal. Mereka orang-orang hebat yang mau berkarya dan mengabarkan karyanya kepada dunia. Secara tidak langsung bermanfaat untuk banyak orang.

Selasa, 27 November 2018

5 Barang Yang Selalu Ada Di Tas


Perempuan itu identik dengan detail dan perlengkapan yang seabreg. Termasuk soal isi tas, biasanya kompartemen tas bisa muat macam-macam barang walaupun sekedar keluar sebentar dari rumah. Bahkan, ada yang berganti-ganti tas sesuai agendanya, kebayang kan berapa kali modifikasi isi tas? Hehehe. Kalau saya selain bukan hobi gonta-ganti tas (emang adanya itu-itu aja) dan lebih mengutamakan fungsi dibandingkan soal estetis, jadi lebih simpel soal isi tas. Paling ada tambahan diapers, tisu basah, baju ganti anak-anak, susu, dan perintilan momong bocah lainnya. Untuk barang saya sendiri di dalam tas dan pasti ada sebenarnya cukup simpel (soalnya itu-itu aja, nggak ada istimewanya, yang istimewa ya karena itu yang saya punya >.<)

Kita bongkar satu persatu (jadi malu…)

1. Dompet

Ini sih senjata saya, ke mana pun dompet wajib masuk. Selain kadang nyimpen uang di dompet, ada juga kartu-kartu yang bisa jadi diperlukan. Dompetnya juga udah jaduuul pisan, tapi masih awet. Dulu beli di Gramedia Botani Square, murah meriah, awetnya panjang. Ini sih bikin bahagia banget untuk tipe yang memilih barang dari fungsinya dan jangka waktunya. So, numero uno alias nu kahiji yang ada di dalam tas adalah dompet.

2. Notes dan pulpen

Ini sekecil apa pun saya selipin siapa tau butuh di jalan atau tiba-tiba dapat ide apa gitu. Atau mungkin lagi ngelamun di warteg dapat inspirasi bisa langsung dicatat. Hehe meskipun sudahada notes di hp tapi notes kertas dan pulpen masih melekat di hati dan diselipin di tas.

3. Pouch make up

Saya tipe yang jarang bahkan hampir bisa dihitung dengan jari kapan touch up ulang. Tipe yang cuek dan ga harus selalu tampil dengan blush on kinclong, tapi boleh lah ya ini saya masukin di tas juga. Sewaktu-waktu diperlukan kan nggak harus repot.

4. Charger hp

Milenial mana yang nggak kelabakan kalau hp nya low bat. Duhh saya juga sudah terjebak dengan ketergantungan hp dan internet. Kemarin saja hp mati jadi berasa mati gaya juga, biasanya dari stasiun ke bogor diantar babang gojek, karena hp mati jadi romantisan nyusurin jembatan merah buat nyetop angkot. Itu efek nggak bawa charger hp gara-gara lupa dimasukin pas habis nge-charge. Wuuhhh, charger should be inside my bag.

5. Pouch Serbaguna

Pouch ini juga bukan pouch khusus, saya dapat dari salah satu merk dagang produk untuk perempuan. Fungsinya kalau saya buat naruh recehan koin, nota-nota belanja atau resi atm, flashdisk, id card, atau kadang masukin uang supaya nggak terlalu boros jajan. Duh sih, cara lama banget… nggak apa-apa namanya usaha buat hemat, kan rencananya bisa nabung buat beli rumah sama mobil sama bikin usaha yang tujuannya bermanfaat untuk umat. Aamiin

Waduh ini ngomongin isi tas tapi jadi kemana-mana, maafkan yak! Kalau ada doa-doa dan harapan baik boleh lah diaminkan :) ciyus nggak perlu klik like and share… hehe. Kira-kira itu isi tas yang selalu ada kecuali kalau lupa. Posting ini memenuhi tantangan hari ke-8 dari Blogger Perempuan Network, sekaligus ini adalah ketikan tangan di atas layar hp di dalam kereta menuju Bogor. See you on the next post :)

Senin, 26 November 2018

5 Tempat Makan Favorit di Bogor


Berbicara soal makan sebenarnya bukan saya banget, saya senang makan tapi makan bagi saya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar. Tujuan saya makam adalah sehat dan kenyang bukan tujuan lain seperti agenda kuliner, icip-icip, apalagi foto makanan ala food blogger. Waktu ada tema dari blogger perempuan saya mikir, apa ya favorit saya? Sebab kenyataannya sekarang kalau makan di luar saya akan mikirin selera anak saya terlebih dulu. Jadi, karena tinggal di Bogor dan saya pikir banyak tempat makan enak meskipun nggak selalu hits kekinian, tapi bisa lah jadi rekomendasi.

1. Kedai Kita

Via kulinerbgr.com
Kedai kita salah satu resto yang terkenal di Bogor. Termasuk resto keluarga menurut saya karena menunya bisa dinikmati mulai dari balita hingga lansia. Biasanya kalau ke sini pesan mie sapi lada hitam hot plate sama pangsit goreng. Minumnya standar aja kalau saya, es teh. Mie sapi lada hitam jadi salah satu menu favorit di resto ini. Selain itu ada pizza kayu bakar yang biasanya juga banyak dipesan pelanggan. Kedai kita ini rame banget mulai jam makan siang sampai malam. Nah lokasi utamanya ada di daerah taman kencana, deket sama hotel mirah. Kalau cabangnya di daerah bina marga baranangsiang.

2. Street Food ala Mahasiswa IPB

Via bogor.tribunnews.com
Jaman masih tinggal di sekitaran kampus IPB, ada namanya jalan Babakan Raya dan Babakan Tengah atau disingkat Bara-Bateng. Disitu banyak banget makana enak, murah, kenyang. Bisa diurut dari ujung Bateng: Ayam Cak Joyo, Ayam Cabe Ijo pangkalan angkot, ketoprak pangkalan angkot, warteg sepanjang jalan, donat bateng, nasi padang berlin, lumpia basah, baso gepeng, bubur ayam madura, and may mooooooreeeee. Banyak jenisnya tinggal pilih mana yang disuka.

3. Baso Seuseupan


Via ratutips.com
Saya berasal dari Banjarnegara, di sana terkenalnya bakso ketupat sama es cendol. Nah kalau di Bogor tempat nge-baso yang rasanya paling mendekati rasa di Banjarnegara adalah baso seuseupan. Alamatnya di arah Bantarjati. Enak sedap dan ramah kantong.

4. Resto Taman Koleksi


Via tribunnews.com
Dulu biasanya kalau ke sini tujuannya ketemu temen, ngerjain tesis, atau memang sengaja makan nasi peda. Ada banyak menu enak tapi saya pesannya itu-itu aja, nasi peda sama teh sereh atau es teh tarik. Teh tariknya nyoss juga di sini. Yang seneng ngopi juga tersedia aneka kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

5. Toge Goreng Jl. Prof Andi Hakim (depan IPB Baranangsiang)

Via tribunnews.com
Kadang suka ditanya kok doyan makan toge dicampur sambel yang rasanya agak mirip oncom. Sedap menurut saya apalagi ditambah lontong diminum pake teh anget pagi-pagi. Duuh saya jadi inget Bu Ade di PSP3 IPB yang dulu suka dimintain tolong buat beli. Semoga beliau selalu dikarunia kesehatan dan rezeki yang baik. Toge goreng ini bukan di resto. Adanya di pinggir jalan dekat pangkalan ojek online tapi yang makan disitu mulai dari saya yang bukan apa-apa sampai ibu-ibu pejabat. Sekali-sekali cobain deh!

Yuhuuu udah lima ya rekomendasinya? Lumayan juga ya ternyata nyari yang favorit. Maafkan karena saya bukan pecinta kuliner, makan suka tapi ya biasa-biasa aja. Semoga bisa jadi referensi ya kalau ke Bogor.