Sabtu, 16 Maret 2019

Melihat Hidup Secara Utuh

Via pinterest
Seringkali jiwa-jiwa kita merasa patah, hati yang tidak tenang, juga segala keresahan yang menimbulkan kerusuhan dalam pikiran. Segalanya tentang keinginan seandainya seperti ini, seandainya seperti itu, kurang ini, kurang itu, dan seterusnya. Saya mengutip filosofi jawa “urip iku saktemene mung nunut ngombe” yang artinya hidup itu sejatinya hanya numpang minum.
Kebutuhan minum adalah karena haus, saat haus hilang minum pun cukup. Begitu pun hidup, mencari sesuatu untuk kepuasan tidak akan pernah sampai pada level  tertinggi, yang ada hanya keinginan lagi dan lagi. Bukan berarti saya mengajak untuk pesimis, tetapi satu waktu dalam hidup kita perlu memiliki kata CUKUP.
If you look at what you have in life, you will always have more. If you look at what you don’t have in life, you will never have enough -Oprah Winfrey"

Barangkali ini bisa menjadi suatu renungan tentang makna cukup. Suatu kali, sore hari di alun-alun sebuah kota, seorang pemulung tua berbaju lusuh menghampiri tong sampah yang berjajar 5 buah dihadapannya.
Dia korek-korek, berharap ada kertas atau botol plastik yang mungkin bisa masuk dalam karungnya yang sudah berubah warna menjadi kotor hitam.
Matanya cekung, pipinya tirus, jenggotnya tak terurus. Sepertinya memang ia kenyang dengan pengalaman pahit menyusuri jalanan jengkal demi jengkal untuk setiap sampah yang ia harapkan jadi jalan rezekinya.
Lalu seorang laki-laki dengan gugup memberikan dua lembar uang 2.000-an, pemulung tua itu menerimanya dengan gemetar. Ia terduduk dan berhenti sejenak dari aktifitasnya mengaduk isi tempat sampah. Ia pandangi orang yang memberikan lembaran berjumlah 4.000 itu dengan dalam, seakan ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga.
Uang 4.000 bagi yang memberi bisa saja adalah nominal yang mungkin hanya sebagai pelengkap untuk membayar parkir mobil, tapi 4.000 bagi pemulung itu mungkin harus seharian mengumpulkan 4 kilogram kertas atau botol plastik bekas.
Betapa ironinya hidup, di satu sisi kekurangan bagi segelintir orang, namun di sisi lain yang dianggap kekurangan itu adalah kegelimangam hidup yang diidamkan oleh ribuan orang. Kita bisa saja mengeluh, mengapa masih bekerja berlelah-lelah dengan gaji yang tak seberapa, tapi di luar sana sebenarnya ada jutaan orang yang bermimpi berada di posisi kita dan mungkin perlu waktu yang lebih lagi untuk mengumpulkan gaji sebesar gaji kita.
Kita mengeluhkan mengapa air di dalam rumah sedikit keruh karena hujan, padahal di luar sana ada yang mengandalkan hujan demi bisa minum air. Memang ada? Ada, datanglah ke NTT (Nusa Tenggara Barat) sana, tidak usah terlalu jauh ke Ethiopia atau Afrika.
Kita masih mengeluhkan mengapa makanan yang kita makan tidak enak padahal lauk berlimpah, di luar sana ada orang yang mungkin tidak bisa makan seharian.
Jadi apa? Tidak ada kepuasan yang dicapai dalam hidup, sebab kepuasan tidak terbatas. Yang bisa dijalani manusia adalah bersyukur dan merasa CUKUP.
Kehidupan ini tidak diukur dari jajaran materi, pangkat, atau pun betapa mulianya pasangan hidup, itu bonus yang berlipat-lipat yang dilimpahkan kepada seseorang. Hidup ini harus dilihat secara UTUH.
Pagi ini masih bisa bernapas tanpa harus menggunakan selang oksigen, keluarga yang sehat sehingga tidak perlu berurusan dengan klaim asuransi, kaki yang masih nyaman untuk menaiki tangga kantor, makan siang yang bisa terjamin dengan seporsi nasi dan lauk, air minum yang menyegarkan, anak-anak yang ceria, pasangan yang baik.
Lihatlah hidup ini secara utuh, dari dalam diri maupun dari setiap elemen yang berada di sekitar kita. Merasa cukup dengan apa yang sudah kita mampu capai bukan berarti menyerah, itu adalah bentuk kesyukuran dan kontemplasi (perenungan) untuk sesuatu yang bisa jadi lebih baik yang tidak pernah kita tahu.

There is a difference between giving up and knowing when you have had enough -Anonim
Benar bahwa hidup ini sederhana dan yang rumit adalah tafsirnya. Kiranya tidak berlebihan, dari zaman ke zaman setiap manusia membuat tafsir tentang kehidupannya, menciptakan zona nyamannya, mengejar ambisinya, itu tidak salah.
Hanya saja yang sering terlupa adalah tidak melihat hidup secara utuh, hingga tafsir-tafsir tentang hidup hanya memunculkan ambisi yang terus menerus terpupuk, lalu lupa bahwa hidup ini adalah sementara. Ini hidup dan kehidupan, kita hanya manusia tapi seringkali merasa selalu bisa mengendalikan semua hal.
Mari bersyukur, belajar untuk melihat dari sudut pandang yang menyeluruh. Semoga hidup kita bisa memberi kehidupan.

Rabu, 28 November 2018

Belajar Dari 5 Blogger Favorit

Hidup adalah tentang perjalanan. Perjalanan itu sendiri memiliki makna pembelajaran yang terus menerus, tidak pernah terputus seumur hidup. Belajar bisa dari siapa pun dan kapan pun, juga di mana pun apalagi di era digital sekarang ini. Belajar bisa dengan cara termudah melalui pemanfaatan teknologi. Tujuannya supaya kita terdedah informasi sekaligus bisa mengambil manfaat dari apa yang kita pelajari. Seperti belajar dari blogger. Belajar dari blogger ini sebenarnya seperti kita mendulang ilmu secara privat sebab apa-apa yang dicurahkan oleh blogger dalam blognya rata-rata adalah pemikiran subyektif, unik, dan spesial tentang jalan pikirannya.


Dari tantangan hari ke-9 Blogger Perempuan Network, saya akan sharing mengenai 5 blogger favorit saya yang tulisan-tulisannya setia saya baca, tidak selalu secara serius, tapi saya merasa ada banyak hal yang saya pelajari dari keunikan cara pandang blogger-blogger ini. Meskipun tantangannya dari Blogger Perempuan, tetapi blogger favorit saya tidak semuanya perempuan. Siapa saja sih?

1. Yusran Darmawan

Saya mengenal Mas Yusran ini di tempat kerja saya yang lama, beliau sepengetahuan saya adalah seorang penulis buku juga serta aktif menulis di berbagai kanal. Melalui blog pribadinya www.timur-angin.com, Mas Yusran berbagi mengenai sudut pandangnya mengenai peristiwa terkini (kebanyakan tentang situasi politik) namun dipandang dari sudut antropolog yang humanis. Tulisannya ngaliiiiir banget kayak mata air namun sekaligus bisa memberikan kritik-kritik tajam tanpa langsung menusuk. Apa yang saya pelajari dan masih terus saya pelajari dari cara Mas Yusran membuat tulisan? bahasa narasinya yang mengalir, prolog tulisan yang bisa melesat jauh berabad-abad silam namun tetap koheren dengan peristiwa masa kini, gambaran-gambaran tentang lansekap suatu tempat atau pun objek yang dibuat senyata mungkin. Dan, pilihan katanya yang luar biasa halus... salut banget saya. Jam terbang memang mempengaruhi kualitas seseorang.

2. Yunaidi Joepoet

Yunaidi Joepoet ini seorang travel blogger dimana ketika buka blognya kita bisa terpukau dengan karya tulisnya sekaligus foto-fotonya. Mas Yunaidi ini seorang fotografer juga. Beberapa kali saya temukan karyanya juga di majalah milik maskapai penerbangan. Awalnya saya tahu tulisan-tulisannya dari teman saya yang memberi tahu "ada ini travel blogger yang kece" dan saya buka link blognya di www,ranselkosong.com. Betul seperti disuguhi tulisan-tulisan berkualitas dengan gambaran foto yang juga dengan kualitas di atas rata-rata. Apa yang saya pelajari? Keseriusan, passion, dan detail. Sayang banget karena posting terakhirnya di bulan Desember 2017.

3. Maureen Hitipiew

Nggak nyangka banget kalau Kak Maureen ini dari Indonesia. Karena awal nemu blog nya itu dari link di pinterest. Pas baca-baca isi blognya, kemudian langsung jatuh hati sama sharingnya. Beliau ini founder komunitas Single Mom Indonesia, seorang single mom blogger yang bagi saya sangat open minded dan helpfull. Baru-baru ini beliau terpilih untuk mengikuti program leadership dari Facebook terkait dengan komunitas yang dibangun, Single Mom Indonesia (SMI). Kak Maureen banyak sharing tentang kehidupan sebagai single mom dan bagaimana beliau menemukan passionnya sebagai seorang blogger dan pekerja lepas. Nama blognya juga catchy banget www.scoopsofjoy.com.
Kak Maureen ini menurut saya keren banget, coba buka blog-nya, lihat layout-nya, tulisan-tulisan dalam bahasa inggris, duhhh jatuh cinta Kak!

4. Mira Sahid

Saya tidak tahu kenapa saya merasa menemukan sosok perempuan yang luar biasa di dalam diri Mba Mira Sahid ini. Beliau juga founder komunitas blogger yang namanya Kumpulan Mak Blogger (KEB). Mba Mira seorang single mom juga dan memutuskan menjadi seorang internetpreneur yang jam terbang blogging serta sharing tentang dunia digital sudah tidak perlu diragukan lagi. Mba, I adore you! Isi blog nya Mba Mira ini ringan dan terbaca sangat jujur. Beliau sharing tentang kegiatan, keseharian, juga personal. What i love about read her blog? kesederhanaan yang menggugah perasaan, membuat kita menyelami makna kejadian yang terjadi dalam diri kita dan belajar untuk mencintai diri sendiri. Be independent woman!

5. Langit Amaravati

Awal saya tahu blog nya Mba Langit adalah dari tulisan-tulisan personalnya yang berseliweran di instastory teman-teman. Siapa sih yang tulis, kok bagus? Pas saya telusuri ternyata punya Mba Langit. Huuu jeper banget deh kalau lihat blognya, sudah rapi, profesional, dan bisa banget jadi panutan dalam nge-blog. Mba... aku padamu.... Kalau baca kata pembukanya Mba Langit ini bikin speechless "Ambil apa-apa yang berguna, buang sepah dan lukanya. Sebab saya hanya perawi. Tugas Saya mengabarkan, bukan mengajarkan." Kenyataannya apa yang Mba kabarkan bermanfaat untuk saya dan pastinya pembaca lain.

Demikianlah (berasa nutup pidato) 5 blogger favorit yang jadi tempat belajar saya dalam banyak hal. Mereka orang-orang hebat yang mau berkarya dan mengabarkan karyanya kepada dunia. Secara tidak langsung bermanfaat untuk banyak orang.

Selasa, 27 November 2018

5 Barang Yang Selalu Ada Di Tas


Perempuan itu identik dengan detail dan perlengkapan yang seabreg. Termasuk soal isi tas, biasanya kompartemen tas bisa muat macam-macam barang walaupun sekedar keluar sebentar dari rumah. Bahkan, ada yang berganti-ganti tas sesuai agendanya, kebayang kan berapa kali modifikasi isi tas? Hehehe. Kalau saya selain bukan hobi gonta-ganti tas (emang adanya itu-itu aja) dan lebih mengutamakan fungsi dibandingkan soal estetis, jadi lebih simpel soal isi tas. Paling ada tambahan diapers, tisu basah, baju ganti anak-anak, susu, dan perintilan momong bocah lainnya. Untuk barang saya sendiri di dalam tas dan pasti ada sebenarnya cukup simpel (soalnya itu-itu aja, nggak ada istimewanya, yang istimewa ya karena itu yang saya punya >.<)

Kita bongkar satu persatu (jadi malu…)

1. Dompet

Ini sih senjata saya, ke mana pun dompet wajib masuk. Selain kadang nyimpen uang di dompet, ada juga kartu-kartu yang bisa jadi diperlukan. Dompetnya juga udah jaduuul pisan, tapi masih awet. Dulu beli di Gramedia Botani Square, murah meriah, awetnya panjang. Ini sih bikin bahagia banget untuk tipe yang memilih barang dari fungsinya dan jangka waktunya. So, numero uno alias nu kahiji yang ada di dalam tas adalah dompet.

2. Notes dan pulpen

Ini sekecil apa pun saya selipin siapa tau butuh di jalan atau tiba-tiba dapat ide apa gitu. Atau mungkin lagi ngelamun di warteg dapat inspirasi bisa langsung dicatat. Hehe meskipun sudahada notes di hp tapi notes kertas dan pulpen masih melekat di hati dan diselipin di tas.

3. Pouch make up

Saya tipe yang jarang bahkan hampir bisa dihitung dengan jari kapan touch up ulang. Tipe yang cuek dan ga harus selalu tampil dengan blush on kinclong, tapi boleh lah ya ini saya masukin di tas juga. Sewaktu-waktu diperlukan kan nggak harus repot.

4. Charger hp

Milenial mana yang nggak kelabakan kalau hp nya low bat. Duhh saya juga sudah terjebak dengan ketergantungan hp dan internet. Kemarin saja hp mati jadi berasa mati gaya juga, biasanya dari stasiun ke bogor diantar babang gojek, karena hp mati jadi romantisan nyusurin jembatan merah buat nyetop angkot. Itu efek nggak bawa charger hp gara-gara lupa dimasukin pas habis nge-charge. Wuuhhh, charger should be inside my bag.

5. Pouch Serbaguna

Pouch ini juga bukan pouch khusus, saya dapat dari salah satu merk dagang produk untuk perempuan. Fungsinya kalau saya buat naruh recehan koin, nota-nota belanja atau resi atm, flashdisk, id card, atau kadang masukin uang supaya nggak terlalu boros jajan. Duh sih, cara lama banget… nggak apa-apa namanya usaha buat hemat, kan rencananya bisa nabung buat beli rumah sama mobil sama bikin usaha yang tujuannya bermanfaat untuk umat. Aamiin

Waduh ini ngomongin isi tas tapi jadi kemana-mana, maafkan yak! Kalau ada doa-doa dan harapan baik boleh lah diaminkan :) ciyus nggak perlu klik like and share… hehe. Kira-kira itu isi tas yang selalu ada kecuali kalau lupa. Posting ini memenuhi tantangan hari ke-8 dari Blogger Perempuan Network, sekaligus ini adalah ketikan tangan di atas layar hp di dalam kereta menuju Bogor. See you on the next post :)